Shin Tae-yong. (FOTO: Ofisial PSSI)

Shin Tae-yong baru saja dipercaya oleh PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia pada akhir Desember 2019.

Pelatih asal Korea Selatan itu, bahkan langsung diberikan kontrak hingga tahun 2022 mendatang.

Selain menangani Timnas senior, Shin Tae-yong juga ditunjuk menjadi kepala pelatih Timnas Indonesia U-19 dan U-22.

Dalam mejalankan tugasnnya, ia sudah sempat menggelar pemusatan latihan bagi Timnas ndonesia U-19 dan melakukan uji coba di Thailand pada bulan Ferburari lalu.

Pekerjaanya sempat tertunda, kalah wabah virus Corona menyebar dan seluruh aktivitas sepakbola di Indonesia berhenti. Eks pemain Queensland Roar FC itu pun pulang kampung.

Namun belum genap enam bulan bertugas, ia terancam dipecat PSSI bila tak kunjung kembali ke Indonesia untuk menggelar pemusatan latihan demi persiapan ajang yang akan datang.

Hal ini menjadi bahan perbincangan hangat bagi publik tanah air. Namun PSSI tak perlu gegabah mengambil keputusan tersebut.

Berikut ini alasan kuat agar pria asal Korea Selatan ini harus tetap tukangi Timnas Indonesia.

  1. Beri Kesempatan

PSSI harus memberikan kesempatan bagi Shin Tae-yong untuk menjalankan program kerja yang sudah ia rencanakan untuk Timnas Indonesia.

Tentunya saat memutuskan menangani  Timnas, sudah ada rencana strategis yang dibuat demi menjawab tuntutan PSSI dan lebih penting bisa memberikan gelar juara.

PSSI harus bisa sabar seperti  halnya dulu pernah memberikan kesempatan pada Luis Milla sebelum menghabiskan kontrak yang telah diberikan.

  1. Adaptasi Ulang

Alasan selanjutnya mengapa PSSI lebih baik pertahankan Shin Tae-yong adalah agar tak perlu lagi membuang-buang waktu untuk melakukan adaptasi kembali.

Setiap pelatih Timnas Indonesia tentu telah memberikan skema yang akan ia terapkan di lapangan nanti.

Hal ini pun tak boleh putus di tengah jalan. Seandainya PSSI memutuskan untuk merekrut pelatih baru.

ia bisa saja membawa skema dan visi yang baru sehingga akan membutuhkan waktu lagi untuk berdaptasi. Padahal kompetisi sudah di depan mata.

  1. Bayar Kompensasi Gaji

Alasan berikutnya yang harus menjadi pertimbangan PSSI sebelum memecat Shin Tae-yong adalah r kompensasi gaji yang harus di bayarkan.

Menurut data Statista, pelatih Timnas Indonesia itu dibayar senilai Rp7 miliar (500 ribu dolar AS) ketika menukangi Korea Selatan di Piala Dunia 2018.

Meski sampai saat ini tak diketahui secara pasti berapa angka kontrak atau gaji yang disodorkan PSSI ke Shin Tae-yong selama empat tahun.

Tapi tentunya tidak sedikit jumlah nominal yang harus dikeluarkan PSSI bila tiba-tiba mendepak Shin Tae-yong.