Boaz Solossa. (FOTO: Bolasport)

Sosok Boaz Solossa merupakan talenta asli Papua yang mulai melejit di Timnas Indonesia sejak usia muda. Di periode 2004 sampai 2016, Boaz Solossa mempersembahkan 14 gol yang bagi skuad Merah Putih dan total bermain sebanyak 48 laga internasional sampai usianya menginjak 34 tahun saat ini.

Peformanya yang apik di Timnas juga berimbas ke level klub. Boaz Solossa mempersembahkan empat gelar juara Liga Indonesia untuk Persipura Jayapura pada 2005, 2008-2009, 2010-2011, 2013 dan juara Torabika Soccer Championship 2016.

Dia juga meraih tiga kali pemain terbaik yakni di Liga Indonesia 2009-2010, 2020-2011, dan 2013 plus di Torabika Soccer Championship 2016. Selain itu, Boaz Solossa sempat meraih gelar top skor Liga Indoneisia 2008-2009, 2010-2011, dan 2013.

Kini ada beberapa pemain muda Papua yang digadang-gadang bisa menjadi penerus bomber yang akrab dengan nomor 86 tersebut. Mereka memiliki potensi yang disebut-sebut bisa menyamai level yang pernah diraih Boaz Solossa di skuad Garuda.

Sebab, tiga pemain ini sudah memperlihatkan kualitasnya di level Timanas Indonesia junior. Selain itu juga menunjukkan peformanya di klub masing-masing.
Siapa saja tiga pemain muda Papua itu? Dilansir dari laman Indosport.com, berikut nama-nama dan ulasannya :

1. Gunansar Mandowen
Winger Persipura Jayapura, Gunansar Mandowen merupakan pemain yang digadang-gadang menjadi The Next Boaz Solossa. Pemain berusia 19 tahun ini sudah menjadi andalan Tim Mutiara Hitam di Liga 1 2018 dengan tampil 22 pertandingan, di Liga 1 2019 bermain sebanyak 28 laga, dan Liga 1 2020 bermain di tiga partai pembuka.

Karakter bermainnya juga mirip dengan seniornya itu. Hanya saja Gunansar Mandowen memiliki kekuatan utama di kaki kanan, berbeda dengan Boaz Solossa di kaki kiri.

Namun sayang, Gunansar Mandowen belum pernah merasakan mendapat menit bermain di Timnas Indonesia. Semoga saja Gunansar bisa mendapat kesempatan dipanggil ke Timnas Indonesia yang kini dilatih Shin Tae-yong

2. Todd Rivaldo Ferre
Todd Rivaldo Ferre bisa disebut lebih senior jika dibanding Guanansar Mandowen. Penyerang berusia 21 tahun ini sudah mengenyam menit permain di Timnas U-19 sejak 2018 lalu.

Selain itu di Persipura Jayapura sudah mendapat kesempatan yang sama seperti Gunansar Mandowen sejak 2018 sampai sekarang.

Namun di Liga 1, kiprahnya lebih menonjol pada 2019 lalu dengan tampil dalam 29 pertandingan dan mencetak enam gol dan delapan assist. Hal ini berimbas di Liga 1 2020, dirinya menjadi pemain andalan Tim Mutiara Hitam.

Masih berusia muda, dia juga pantas diberi kesempatan bermain di Timnas Indonesia senior. Namun Todd Rivaldo Ferre butuh memperbaiki kebiasaannya di luar lapangan agar tidak merusak karier sepak bolanya yang cerah.

3. Osvaldo Haay
Terakhir, penyerang baru Persija Jakarta yang dua musim sebelumnya memperkuat Persebaya Surabaya, yakni Osvaldo Haay. Penyerang berusia 22 tahun ini adalah pemain asli Papua yang sudah membuktikan ketajamannya di Liga 1 2018 sampai tahun ini.

Bahkans sejak era kepelatihan Shin Tae-yong di Indonesia, dia menjadi andalan di Timnas Indonesia . Osvaldo membawa Timnas U-23 meraih perak di SEA Games 2019 lalu dan juara Piala AFF U-22 2019.

Osvaldo Haay juga sempat merasakan membela Timnas Indonesia Senior. Adanya Osvaldo Haay, Guanasar Mandowen, dan Todd Rivaldo Ferre sebagai The Next Boaz Solossa tentu diharapkan mampu memberikan prestasi untuk Timnas Indonesia di mada depan.