Maskot PSIS Semarang bernama MJ. (FOTO: Ofisial PSIS)

Tidak hanya klub besar Eropa yang memiliki maskot seperti Manchester United dengan Fred The Red, Berni The Bear miliki Bayern Munchen, atau Stamford The Lion yang ada di Chelsea.

Klub-klub Indonesia seperti di Jawa Tengah dari berbagai kasta juga memiliki maskot-maskot yang kerap menghiasi sentel ban stadion saat melakoni laga kandang.

Maskot ini dihadirkan manajemen klub sesuai dengan julukan atau pun ciri khas dari kota tempat mereka berasal.

Peran maskot di sisi bisnis klub juga penting. Seperti memperkenalkan marchendise yang dijual klub itu, lewat apa yang mereka kenakan saat mendampingi tim di lapangan sebelum pertandingan.

Adanya maskot di Indonesia juga bisa menjadi hiburan tersendiri bagi penontong yang hadir di stadion.

Selain menyapa, maskot juga berkesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan penonton yang berada di tribun. Selain di pertandingan, maskot juga kerap tampil di kegiatan off-air klub.

Sehingga maskot juga menjadi representasi klub tersebut dalam sebuah acara kepada penggemarnya maupun masyarakat umum.

Ada lima klub Jateng yang memiliki maskot yang sebagian besar memilih fauna untuk identitas mereka. Lalu klub mana saja? Berikut ulasannya:

1. MJ (PSIS Semarang)

Sebagai satu-satunya klub asal Jawa Tengah yang berlaga di Liga 1 2020, PSIS Semarang memiliki maskot bernama MJ.

Dilansir dari Suara Merdeka, MJ ini diperkenalkan manajemen PSIS jelang kompetisi Liga 2 2017.

Dimas Aribowo yang saat itu menjabat sebagai Manajer PSIS menyebut, MJ sudah mengantongi sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Terkait nama dan desainnya di Kementrian Hukum dan HAM  (Kemenkumham) RI sejak Maret 2017.

MJ juga sudah mulai ada di tim PSIS saat launching skuad dan jersey di Balai Kota Semarang pada 31 Maret 2017. ”Ide membuat maskot sudah sejak beberapa tahun lalu.

Namun karena banyak hal yang harus diurus seperti HAKI ke Kemenkumham RI baru bisa kami perkenalkan pada launchingtim,” ujar Dimas.

Pematenan maskot itu dilakukan, lanjut Dimas, agar tidak ada yang mengklaim sepihak atau merasa dirugikan.

Apalagi nama yang disematkan juga MJ bukan secara gamblang menyebut Mahesa Jenar yang merupakan tokoh cerita fiksi ”Nagasastra dan Sabuk Inten”.

Meski begitu, PSIS memang sudah erat dengan nama tokoh cerita tersebut, karena memiliki julukan Laskar Mahesa Jenar yang disematkan oleh suporter para pencintanya.

Adapun bahan pembuatan maskot MJ ini dirancang khusus dan dilakukan perawatan secara berkala.

2. Juna (Persis Solo)

Lalu maskot juga dimiliki kontestan Liga 2 2020 Persis Solo yakni Juna. Maskot yang dibuat menyerupai burung alap-alap kawah ini diperkenalkan sejak Liga 2 2017 seperti saat MJ di-launching.

Alap-alap kawah juga menjadi bagian dari chant Pasoepati saat mendukung Persis Solo. Biasanya mereka meneriakkan kata, ”Alap-alap Sambernyawa”.

Dilansir dari Indosport.com, adapun filosofi dari alap-alap ini yakni Persis Solo diharapkan bisa melesat dan ”menerkam” lawannya secara cepat di lapangan seperti karakteristik burung tersebut.

Sosok Juna ini kerap mendampingi tim saat melakoni laga kandang, meskipun tahun lalu harus jadi musyafir karena renovasi Stadion Manahan.

3. Ghiga (Persijap Jepara)

Tim promosi Liga 2 2020, Persijap Jepara juga memiliki maskot sejak mereka berkompetisi di Liga 3 2018 bernama Ghiga. Maskot ini dibuat menyerupai burung elang laut dada putih.

Dilansir dari Indosport.com, burung itu menjadi fauna khas Jepara. Karakter burung elang laut dada putih yang tangguh dan cepat juga iilhami menjadi ciri khas Persijap Jepara.

Adapun variasi di maskot ini yakni sayap dan kaki berwarna cokelat yang melambangkan warna kayu. Seperti diketahui, Jepara terkenal sebagai Kota Ukir.

Sementara itu pemilihan burung yang identik dengan kepakan sayap untuk terbang tinggi, juga jadi harapan Persijap Jepara meraih prestasi tertinggi setiap tahunnya.

Hal itu bisa Laskar Kalinyamat wujudkan musim lalu dengan menjadi juara Liga 3 2019.

4. Si Balo (Persekat Tegal)

Selain Persijap Jepara, ada klub promosi Liga 2 2020 lainnya dari Jateng yakni Persekat Tegal.

Sama seperti Laskar Kalinyamat, mereka memperkenalkan maskot jelang Liga 3 2018 yang diberi nama Si Balo atau singkatan dari Banteng Loreng.

Dilansir dari Indosport.com, jika klub lain maskot dibuat manajemen klub, Si Balo diinisiasi oleh kelompok suporter Persekat, Skaterz.

Banteng Loreng dipilih mengingat simbol Tegal pra Belanda yang dilambangkan dengan Bant

eng Loreng Binoncengan. Selain itu, kata balo juga identik dengan kesenian khas Tegal yakni balo-balo.

5. Si Dodi (Persipur Purwodadi)

Terakhir, maskot yang dimiliki klub peserta Liga 3 Jateng yakni Persipur Purwodadi yang diberi nama Si Dodi.

Sama seperti Si Balo, kata dodi juga merupakan singkatan dari Kodok Purwodadi. Adapun Purwodadi adalah kecamatan kota yang ada di Grobogan.

Kabupaten ini identik dengan makanan khas swike yakni kuliner yang berbahan dasar daging kodok.

Dilansir dari Indosport.com, Si Dodi diciptakan oleh suporter tim Persipur, Garas Persipur Fans pada 2017 silam.

Mereka melakukan patungan demi memberi warna saat Laskar Petir bertanding di kandang.