Susy Susanti. (AFP)

Australia Open  merupakan salah satu turnamen bergengsi  dikancah bulutangkis dunia, yang kerap dinantikan oleh para pebulutangkis muda, terutama dari wilayah Oceania.

Berdasarkan jadwal, seharusnya Australia Open 2020 harus berlangsung pada pekan ini. Namun pelaksanaan turnamen ini ditunda karena pandemi virus corona yang tak kunjung reda di berbagai belahan dunia.

Pada awalnya turnamen ini akan menjadi ajang pengujian diri mengingat kebanyakan pebulutangkis Oceania belum banyak berprestasi.

Namun kini Australia Open telah menarik minat banyak pebulutangkis elit dan tak jarang beberapa dari mereka akan bernasib mujur jika memenangkan ajang ini.

Berikut bintang bulutangkis dunia yang mujur di ajang Olimpiade usai menjuarai Australia Open seperti dikutip dari Indosport.

Susy Susanti – Juara Australia Open 1990

Susy Susanti adalah tunggal putri Indonesia berjaya di awal 1990-an. Hal itu membuat hampir seluruh masyarakat tanah air mengenalnya.

Bahkan menurut situs resmi BWF, Susy Susanti turun di tiga nomor berbeda, yakni tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Ia akhirnya mampu merengkuh gelar tunggal putri dengan mengalahkan juara bertahan dan favorit tuan rumah, Anna Lao dengan kemenangan telak 11-1, 11-4.

Setelah mengantongi gelar Australia Open, Susy langsung bernasib mujur. Ia bahkan mampu menjadi meraih medali emas Olimpiade tunggal putri.

Lee Hyo-jung – Juara Australia Open 1999

Pebulutangkis Korea, Lee Hyo-jung diketahui berhasil menjuarai Australia Open 1999 bersama Ra Kyung di nomor ganda campuran.

Namun Hyo -jung harus menunggu beberapa tahun sebelum merasakan nasib mujur berkat trofi dari Australia Open.

Setelah berganti pasangan dengan Lee Yong-dae, Lee Hyo-jung sukses menumbangkan pasangan Nova Widianto/Liliyana Natsir di final Olimpiade Beijing 2008 dengan skor 21-11 dan 21-17.

Kim Dong-moon – Juara Australia Open 1999

Saat Kim Dong-moon menjuarai Australia Open 1999 di sektor ganda putra bersama Yoo Yong-sung, ia memang  telah mendapatkan medali emas Olimpiade di Atlanta tiga tahun sebelumnya.

Namun nasib mujur berkat Australia Open membuatnya kembali berhasil menjadi yang terbaik di Olimpiade Athena 2004. Berduet dengan Ha Tae-Kwon, Kim Dong-moon berhasil menaklukkan Lee Dong-soo/Yoo Yong-sung di babak final.

Chen Long – Austrlia Open 2015

Pebulutangkis berikut yang merasakan hal serupa dengan Susy Sunsanti adalah pemain asal China, Chen Long. Ia berhasil menjadi juara Australia Open 2015.

Kemenangan tersebut ia dapatkan usai bekerja keras mengalahkan wakil Denmark Viktor Axelsen melalui pertarungan tiga set dengan skor 21-12, 14-21, 21-18.

Nasib mujur pun mengikuti Chen Long usai plang dari Australia. Setahun berselang, ia mampu meraih medali emas Olimpiade 2016.

Chen Long mampu menambah pundi-pundi emas China di Olimpiade 2016 usai mengalahkan pemain senior, Lee Chong Wei di partai puncak dengan skor identik 21-18.

Carolina Marin – Juara Australia Open 2015

Pada tahun 2015, di nomor tunggal putri, Carolina Marin berhasil menjuarai Australia Open. Ia berhasil balas dendam karena pada edisi sebelumnya ia gagal menjuarai ajang ini.

Marin berhasil memenangkan gelar, ia berhasil mengalahkan Wang Shixian 22-20, 21-18 di partai final Australia Open 2015.

Setelah itu, Marin juga berhasil medali emas di Olimpiade 2016. Ia pun menjadi wanita Eropa pertama yang meraih medali emas bulutangkis di ajang itu.