Skuat Timnas Indonesia. (FOTO: Bolalob)

Meski siap membantu PSSI dalam menggunakan Lapangan ABC dan Stadion Madya untuk Timnas, namun Kemenpora meminta pihak federasi bisa ikut aturan.

Seperti diketahui, PSSI bercnana akan menggunkan salah satu kawasan Gelora Bung Karno (GBK) untuk menggelar pemusatan latihan (TC) bagi Timnas.

Karena itu mereka berharap pengelola tak akan menyewakannya ke pihak lain. Kemenpora sendiri memang tak bermasalah dengan hal itu.

Namun mereka meminta PSSI bisa menyampaikan keinginan tersebut Sekretariat Negara  karena tempat itu berada di bawah naungan mereka.

“Pak Menpora sudah berkomunikasi dengan dirut PPKGBK (Pusat Pengelola Komplek GBK) dan demikian pula yang saya lakukan kemarin malam dengan dirut PPKGBK,” kata Gatot seperti dikutip dari Goal.

Menurut Gatot, Dirut PPKGBK tinggal menunggu surat serta legal format dari Kemenpora yang dilampiri dengan surat dari ketua umum PSSI.

“Dalam SK Ketum PSSI itu harus memuat daftar lengkap pelatih, ofisial, tim pendukung serta semua pemain yang terdaftar dan jadwal lengkap kegiatan latihannya,” tambahnya.

Gatot menjelaskan, aturan tersebut tidak hanya berlaku untuk  PSSI namun seluruh induk cabang olahraga (cabor) yang ingin memakai tempat tersebut.

“Tujuannya agar s akuntabilitasnya jelas jika GBK diperiksa BPK. Sejauh ini surat resmi dari PSSI baru keinginan tetapi belum ada lampirannya, dan kami menunggu surat tersebut,” tukasnya.

Gatot menambahkan, setelah itu, PPKGBK yang akan menentukan waktu penggunaan dan Kemenpora sudah meminta kepada PSSI pekan lalu agar secara informal berkonsultasi dengan PPKGBK.

PSSI memang kerap menyewa GBK unuk melangsungkan TC timnas Indonesia. Terakhir kali, pasukan Shin Tae-yong berlatih di Stadion Madya, pada pertengahan Februari lalu.

Dalam waktu dekat ini, Timnas Indonesia senior akan melaksanakan TC untuk persiapan menghadapi tiga laga terakhir Grup G, putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.