Selebrasi para pemain Arema FC di Liga 1.

Arema FC membuka peluang untuk mendatangkan pemain asing baru untuk menghadapi lanjutan Liga 1 2020.

Hal ini harus mereka lakukan usai bek asal Uruguay Matias Malvino tak kunjung merespons terhadap renegosiasi nilai kontrak.

Manajer umum Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan, renegosiasi kontrak  terpaksa dilakukan manajemen kepada seluruh pemain dan pelatih.

Meski PSSI belum mengambil keputusan tentang masalah nilai kontrak, namun Arema mempertimbangkan dari segi keuangan klub yang mengalami krisis selama pandemi corona.

Rudi menjelaskan manajemen sudah melakukan pembicaraan dengan para pemain terkait pembaharuan kontrak masng-masing.

Untuk saat ini Arema sudah membuat rancangan untuk memangkas separuh gaji para pemain. Ternyata dari empat pemain asing, hanya Malvino yang belum memberikan respons.

 “Kami sudah bicara dengan agen pelatih dan pemain asing. Hanya Matias saja yang belum merespons. Sekarang dia ada di Uruguay,” ungkap Ruddy seperti dikutip dari Goal.

“Kami ceritakan apa adanya kondisi sepak bola di Indonesia yang membuat nilai kontraknya harus dikurangi.”

Namun, si pemain sampai saat ini belum merespons. Kami tidak tahu dia setuju atau tidak,” tuturnya.

Manajemen  Arema sendiri hingga saat ini tidak memberikan batas waktu kepada Malvino untuk menyampaikan jawaban.

Meskipun demikian, manajemen telah mempersiapkan rencana cadangan jika Malvino tidak menerima tawaran untuk renegosiasi nilai kontrak.

 “Semua pemain asing Arema musim ini adalah rekomendasi sepenuhnya dari pelatih Mario Gomez, kami kembalikan kepada dia soal Malvino.”

“Tentu terbuka peluang untuk mendatangkan pemain asing pengganti jika tidak sepakat nantinya,” tambah Ruddy.

Hingga saat ini, PSSI belum memberikan waktu pasti kapan akan bergulirnya kembali Liga 1 meski sudah diwacanakan sebelumnya akan bergulir pada Oktober.

“Tidak masalah kalau dilanjutkan Oktober, asal ada turnamen di bulan September.”

“Turnamen apapun itu, asal bisa dijadikan oleh tim-tim sebagai pemanasan sebelum kembali berkompetisi, karena pemain sudah lama libur,” tandasnya.