Gabriel Jesus dan Sergio Aguero, striker andalan Manchester City. (sumber: Getty)

Setelah mengajukan banding terkait larangan tampil di Liga Champions, Manchester City harus menunggu hingga awal Juli untuk mengetahui keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

The Citizen berussaha agar keputusan UEFA mengenai larangan tampai di Liga Champions selama dua musim serta membayar denda senilai 30 juta Euro bisa dibatalkan.

Hukuman tersebut dijatuhkan UEFA pada bulan Februari lalu karena menilai The Citizen melanggar aturan dalam regulasi Financial Fair Play (FFP).

Seperti dikutip dari Goal, audinesi dengan pihak City dimulai sejak Senin (08/06/20) dan berakhir pada Rabu (10/06/20) dan proses itu dilakukan melalui panggilan video.

Panel arbitrase sekarang akan memulai musyawarah sebelum mengumumkan keputusan soal masa depan klub juara Liga Primer musim lalu tersebut.

“Keputusannya diperkirakan keluar dalam paruh pertama Juli 2020. Tanggal pastinya akan disampaikan sebelumnya,” demikian pernyataan resmi CAS.

Manchester City memang telah membantah tuduhan pelanggaran sejak kasus tersebut diberitakan media Jerman, Der Spiegel pada November 2018.

Untungnya, manajer City, Pep Guardiola, yang kontraknya akan habis pada Juni 2021, telah menegaskan komitmennya kepada klub meski Manchester City berada dalam ancaman sanksi UEFA.

“Mengapa saya harus pergi? Saya suka klub ini, saya senang berada di sini, dan setelah kami naik banding, kami akan fokus pada apa yang harus kami lakukan.” Pungkas Guardiola.

Bahkan pelatih asal Spanyol itu mengatakan dirinya ingin membantu klub tetap berada di level atas selama mungkin.