Ilustrasi Logo Liga 1. (sumber: 123sportnews.com)

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berencana kembali menggelar Liga 1 yang terhenti lantaran wabah Corona. Sejumlah skema pun telah dipersiapkan termasuk menggelar laga dengan menghadirkan penonton di dalam stadion.

Pematangan rencana menggelar kompetisi bahkan sudah dibicarakan langsung dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), terutama pembahasan tentang protokol kesehatan.

Gatot S Dewa Broto yang mewakili pihak Kemenpora menyatakan bahwa pembahasan dengan PSSI cukup serius terutama saat membahas kehadiran penonton.

“Yang jelas harus mengikuti protokol kesehatan dari Kemenpora. Penonton yang masuk harus patuh, cek suhu, pakai masker, jaga jarak, tidak sampai rapid test,” kata Gatot seperti dilansir dari Indosport.com.

Gatot mencontohkan, Stadion Utama Gelora Bung Karno yang memiliki kapasitas sekitar 70 ribu penonton, nantinya bakal diisi setengahnya saja. Penjagaan ketat harus dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Panpel juga harus menyiapkan segala cara, minimal layar lebar itu pun harus dijaga dengan ketat dengan protokol kesehatan,” jelasnya lagi.

Kompetisi tertinggi di Tanah Air rencananya bakal kembali bergulir pada September atau Oktober mendatang.

Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi juga menambahkan bahwa saat ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator sedang mempersiapkan skema jika kompetisi kembali dilanjutkan.

Sejumlah skema dipersiapkan antara lain dengan rencana skema tak adanya aturan degragasi bagi klub terbawah. Hal ini lantaran banyak klub yang juga terdampak secara finansial saat pandemi.

Sebagian klub masih menolak rencana bergulirnya liga demi menjaga keselamatan dan kesehatan pemain, pelatih, dan ofisial menjadi perhatian utama. Apalagi kondisi wabah Corona di Indonesia belum menunjukkan grafik menurun.