Bek Naturalisasi Persija Jakarta di Liga 1 2020, Otavio Dutra (sumber: Kompas.com)

Otavio Dutra termasuk pemain asing yang sudah lama berkiprah di sepakbola Indonesia. Bahkan ia kini sudah menjadi warga negara Indonesia setelah berhasil merampungkan proses naturalisasi.

Selama sekitar 10 tahun berkarier di Indonesia, tentu pemain berusia 36 tahun itu sudah bermain dengan banyak pesepak bola profesional lainnya. Terlebih, rata-rata Dutra bermain di klub papan atas di Indonesia

Dikutip dari laman Persija, Selasa (16/06/20), pemain kelahiran Fortaleza, Brasil itu, merancang best starting XI pilihannya. Mantan bek Persipura ini menggunakan formasi 4-3-3 dalam formasi pilihannya.

Dalam Best XI itu, Dutra memilih pemain yang pernah atau saat ini sedang bermain dengan dirinya. Untuk posisi penjaga gawang, Dutra memilih mantan kiper Persipura asal Korea Selatan, Yoo Jae Hoon. Yoo dnilai Dutra memiliki komunikasi yang baik dengan para bek dan memiliki pengamilan keputusan yang bagus.

Untuk stopper, Dutra menempatkan dirinya sendiri bersama dengan Bio Pauline. Menurut Dutra, duet bek jangkung ini adalah yang terbaik di Liga Indonesia.

Dutra berpatokan saat Persipura juara di 2013, di mana gawang Yoo Jae Hoon hanya kebobolan 18 gol ketika duet bek ini menjaga pertahanan. Itu adalah rekor kebobolan paling sedikit di Liga Indonesia yang bertahan hingga kini.

Di posisi dua bek sayap, dia menaruh Rizki Pora yang stylish di sisi kiri dan Tinus Pae di sisi kanan. Tinus dinilainya memiliki fisik yang tangguh dalam bertahan dan menyerang.

Untuk posisi trio gelandang, ia memilih Lim Jun Sik, Paulo Sergio, dan Evan Dimas. Ketiganya memiliki karakter yang berbeda, namun bisa saling melengkapi di lapangan.

“Tiga gelandang pilihan saya memiliki karakter dan kualitas individu yang baik. Seperti Evan misalnya sebagai gelandang dia juga lengkap, punya mobilitas bagus ditambah penempatan umpannya juga sangat akurat. Apalagi dengan ketiganya saya juga pernah meraih juara,” ungkap Dutra.

Di lini depan, Dutra memilih dua striker yang mampu beroperasi dari lini sayap yakni Boaz Salossa di sisi kiri, dan Riko Simanjuntak pada sektor kanan. Kombinasi dua pemain ini menurut Dutra, sangat luar biasa dan mempermudah kinerja striker di depan.

Di posisi penyerang tunggal, Dutra mengaku kesulitan memilih. Pasalnya ada tiga nama jagoannya yakni Beto Goncalves, David da Silva, serta Marko Simic yang sama hebatnya.

Ketiga striker ini mempunyai skill individu di atas rata-rata pemain Indonesia dan kerap menghadirkan kesulitan di lini belakang lawan.

Adapun di posisi pelatih, Dutra memilih Simon Mc Menemy di posisi pelatih asing, sedangkan pelatih lokal ia memilih coach Joko Susilo.