Striker PSG, Edinson Cavani (sumber: Tellerreport.com)
Mantan striker Paris Saint-Germain, Nicolas Anelka menilai keputusan PSG untuk melepas Edinson Cavani pada bursa transfer musim panas mendatang sebagai sebuah kesalahan.
PSG memutuskan untuk membiarkan Cavani pergi dari Paris, ketika kontrak striker Uruguay ini berakhir dengan klub raksasa Ligue 1 tersebut pada musim panas mendatang.
Bahkan, PSG sudah menemukan pengganti Cavani dalam diri Mauro Icardi, yang statusnya dipermanenkan dari Inter Milan setelah menjalani musim pinjaman yang mengesankan.
Salah satu alasan PSG merelakan Cavani karena umur sang pemain yang sudah menua dan gaji besar mantan pemain Napoli ini.
Menyikapi hal tersebut, Anelka menilai mantan timnya baru saja membuat keputusan yang salah dengan melepas salah satu pemain yang berperan penting dalam kesuksesan tim, beberapa tahun terakhir ini.
“Membiarkan Cavani pergi adalah kesalahan yang sangat besar,” kata Anelka dalam wawancara dengan seorang penggemar di Instagram pribadinya.
“Edin selalu menjadi pemain nomor sembilan terbaik karena tidak ada lagi yang bisa menyamainya. Dia akan melayani Anda apa pun yang terjadi.
“Di Paris, Anda membutuhkan kompetisi. Dia adalah striker super yang kini berisiko Anda berikan kepada pesaing, karena ia harus pergi ke klub besar lain. Dan ketika ia bermain melawan PSG, ia pasti akan mencetak gol. Dan di sinilah mereka akan memiliki penyesalan besar.”
Didatangkan PSG pada 2013 lalu dari Napoli, Cavani membangun reputasinya di PSG dan kini, dinilai sebagai salah satu legenda klub setelah mencetak banyak gol.
Selama tujuh tahun kariernya di PSG, Cavani mampu membuat 200 gol lebih, yang dibarengi dengan berbagai pencapaian besar di kompetisi domestik.
Khusus pada musim 2019/20, Cavani hanya mampu membuat 22 penampilan bagi PSG di semua kompetisi, dengan torehan 7 gol dan 3 assist.