Britain
Dunia Kembali Menutup Diri Karena Virus Corona. (Foto: Media Indonesia)

Edisi88 – Pada hari Senin (29/6) kemarin, Britania kembali menerapkan peraturan lockdown di kota paling terdampak oleh pandmei virus corona, Leicester, yang menjadi ujian pertama bagi Perdana Menteri Boris Johnson dalam upayanya untuk menggerakkan roda perekonomian lagi.

Kementrian memerintahkan sekolah-sekolah dan tempat perbelanjaan non-esensial untuk kembali ditutun dan menangguhkan pembukaan kembali bar di Leicester setelah munculnya peningkatan kasus COVID-19 yang mengkhawatirkan.

Britania telah menjadi negara yang paling terdampak oleh virus corona di Eropa, dengan jumlah kematian yang melebihi 43 ribu orang, namun JOhnson menyatakan pada bulan lalu bahwa negara mulai melonggarkan aturan untuk wajib berada di bulan Maret, yang sudah diberlakukan sejak akhir bulan Maret.

Terlepas dari peringatan bahwa dia mengambil keputusan dengan terlalu cepat, karena jumlah infeksi dan kematian menurun meski perlahan, dia berjanji untuk menggerakkan kembali roda perekonomian negara.

Rumah sakit dan pabrik yang terjangkit juga telah ditutup sejauh ini, namun kebijakan yang diberlakukan di Leicester, kota tempat tinggal 340 ribu orang, merupakan langkah pertama untuk mengembalikan lockdown untuk skala yang besar.

“Kami harus mengendalikan virus ini. Kami harus menjaga orang-orang tetap aman,” jelas Sekretaris Kesehatan, Matt Hancock, kepada perlemen setelah rapat panjang dengan para pemimpin lokal, yang beberapa di antaranya melawan kebijakan lockdown.

“Tindakan lokal seperti ini merupakan suatu hal yang penting untuk menghadapi wabah selagi kita berusaha untuk membangkitkan [perekonomian] negara kita lagi.”

Los Angeles tunda pembukaan bioskop 

Walikota Los Angeles, Eric Garcetti, mengumumkan pada hari Senin kemarin bahwa dia harus mengambil keputusan berat karena harus menunda kembali pembukaan bioskop di kota itu, karena kenaikan dalam jumlah kasus virus corona yang dilaporkan.

Los Angeles merupakan pasar bioskop terbesar di Amerika Serikat, oleh karena itu, keputusan untuk menunda pembukaan kembali bioskop akan memberikan dampak perekonomian yang luar biasa.

“Kami harus menangguhkan sejenak pembukaan bisnis seperti bioskop, arena bowling, tempat bermain, aula konser, taman hiburan, atau tempat-tempat hiburan lain,” kata Garcetti, sebagaimana dilansir dari The Jakarta Post.

Dia tidak memberkan tanggal soal kapan bioskop di Los Angeles bisa mendapatkan izin untuk dibuka lagi, karena juga masih menunggu perkembangan yang terjadi dalam wabah virus corona.

Bisnis bioskop telah mengalami kerugian yang luar biasa karena pandemi virus corona sejak pertengahan bulan Maret lalu, hingga harus merumahkan ribuan pegawai, dan meminjam uang ke bank untuk tetap memiliki biaya.

Hong Kong perpanjang aturan social distancing

Di Hong Kong, peraturan social distancing di ruang publik untuk maksimal 50 orang masih belum berubah hingga dua pekan ke depan, namun peraturan untuk aula-aula konser dan bioskop akan dilonggarkan, sebagaimana warta dari South China Morning Post.

Hong Kong merupakan salah satu kota yang berhasil meredam virus corona, lantaran mereka telah melalui 17 hari tanpa penularan COVID-19 untuk kasus lokal. Selagi hingga hari Selasa (30/6) ini, jumlah infeksi di sana hanyalah 1.203 dengan tujuh kasus kematian.

Peraturan social distancing telah direduksi secara dramatis pada tanggal 16 Juni lalu, ketika peraturan yang membatasi jumlah orang untuk bertemu di ruang publik tidak lebih dari delapan orang telah diangkat.

SCMP menambahkan bahwa pemerintah Hong Kong mungkin akan mengangkat jumlah batasan untuk berkumpul di ruang publik pada dua pekan mendatang. Namun untuk saat ini, setiap orang harus mengikuti peraturan untuk menjaga jarak sejauh 1,5 meter.