Lee Chong Wei pebulutangkis legendaris Malaysia

Mantan bintang bulutangkis tunggal putra Malaysia, Lee Cong Wei disebut sebagai seorang insan olahraga yang seharusnya dicontoh oleh para atlet yang ada di Negeri Jiran.

Pria berusia 37 tahun yang pada Juni 2019 lalu menyatakan gantung raket ini merupakan sosok yang dermawan dan anti pamer di kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari media Bharian, hal tersebut dikemukakan tokoh olahraga Malaysia yakni, Zolkples Embong.

Setelah Lee Cong Wei menyalurkan bantuan dana yang cukup besar dan material pembangunan masjid di suatu daerah di Malaysia, Sabtu (30/05/20).

Pria yang juga mantan Direktur Jenderal Dewan Olahraga Nasional Malaysia ini menyebut Lee Chong Wei melakukan aksi sosial dan selama ini tidak banyak diketahui khalayak.

“Sebenarnya dia telah memberikan begitu banyak kepada yang membutuhkan, hanya saja kita tidak tahu karena dia bukan tipe yang pamer,” ungkap Zolkples Embong.

Kabar Lee Chong Wei melakukan kegiatan sosial biasanya dikabarkan orang lain atau pihak ketiga.

Sehingga kabar kebaikan hati peraih medali emas cabang olahraga bulutangkis nomor tunggal putra SEA Games Manila 2005 itu tidak datang langsung dari dirinya.

“Saya kenal Datuk Lee Chong Wei sangat baik dan tahu hidupnya. Betapa dia memiliki mobil, rumahnya, pakaiannya dan sebagainya.”

“Bahkan, dia memiliki pengawal dan pemandu pribadi,” lanjutnya.

Zolkples Embong merasa miris pada publik figur bahkan pebulutangkis yang beberapa suka memamerkan kemewahan di media sosial.

Padahal Lee Chong Wei punya kesempatan itu. Namun tidak dilakukan oleh musuh bebuyutan Lin Dan dan Taufik Hidayat itu.

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, dia bukan tipe orang yang suka pamer. Ini tidak seperti atlet yang memposting di media sosial tentang kemewahan, mobil baru mereka dan sebagainya,” ungkapnya.

Zolkples Embong berharap para atlet di Malaysia mengikuti sikap yang dicontohkan Lee Chong Wei.

Seberapa besar kekayaan atau sebanyak apa para atlet beramal kepada orang yang membutuhkan dengan tidak perlu banyak orang tahu.

”Apa yang dilakukan atlet dalam beramal, adalah waktu untuk memberikan kembali kepada masyarakat, yang selalu memberikan dukungan kuat sepanjang karir mereka,” tandas Zolkples Embong.