Sekjen PSSI, Ratu Tisha dan Ketum PSSI, Iwan Bule (sumber: pssi.org)

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyatakan bahwa pihaknya masih terbuka seoal rencana naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia.

Iwan Bule sapaan akrabnya, bahkan mengaku sudah mengkomunikasi soal naturalisasi ini kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas dengan Presiden.

“Beliau (Presiden Jokowi) bertanya kenapa tidak melakukan naturalisasi pemain? Lalu saya bilang, saya tidak alergi dengan naturalisasi,” ujarnya seperti dilansir dari Bola.com.

Naturalisasi yang diusung Iwan Bule adalah naturalisasi pemain muda potensial, bukan pemain yang kariernya bakal habis dan punya prestasi kurang meyakinkan.

“Kalau naturalisasi datangnya dari umur 37, kemudian dari sana dia hanya bermain di kasta ketiga, keempat, untuk apa?” kata  Iwan Bule lagi.

Program naturalisasi sudah dilakukan sejak 10 tahun terakhir. Tercatat ada 27 pemain asing dan keturunan telah mendapatkan status Warga Negara Indonesia (WNI).

Namun ternyata program ini kurang memuaskan karena pemain yang dinaturalisasi belum mampu memberikan hasil signifikan pada laga Timnas Indonesia.

Masalahnya memang pemain yang dinaturalisasi adalah pemain yang umumnya sudah berumur 30 tahun.

“Kalau mungkin nanti melakukan naturalisasi, siapa tahu ada yang umur 19. Kalau memang dia pemain yang bagus, kemudian mudah prosesnya dan tidak memberatkan PSSI, itu akan kami pertimbangkan,”  jelasnya lagi.

Sejumlah pemain yang dinaturalisasi praktis cuma ada tiga nama yang cukup signifikan membawa perubahan untuk Timnas Garuda.

Sebut saja Cristian Gonzales, Stefano Lilipaly dan Beto Goncalves. Namun sebagian belum dianggap memuaskan. Bahkan ada pemain naturalisasi namun tak sama sekali dipanggil masuk Timnas Indonesia.