Zainuddin Amali

Polemik yang melibatkan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dengan PSSI makin meruncing, lantaran kedua belah pihak nampaknya tak menemui kata islah.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainuddin Amali.

Zainuddin Amali memastikan tak ingin ikut campur dalam persoalan tersebut. Namun demikian, dirinya tetap memantau perkembangan masalah ini dan berharap segera selesai.

“Yang berkontrak dengan pelatih adalah PSSI, bukan pemerintah. Silakan saja PSSI melaksanakan kebijakannya,” kata Zainuddin seperti dilansir dari CNN Indonesia.

“Namun demikian pemerintah tetap mendukung penuh pada persiapan Timnas” tambahnya.

Menpora juga berharap, polemik ini tak menggangu persiapan Timnas dan rencana Indonesia bakal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

Sebab target lain selain jadi tuan rumah, prestasi Timnas Indonesia di Piala Dunia U-20 juga harus maksimal.

“Sekarang ini, tim dari Kemenpora dan tim dari PSSI sedang me-review usulan proposal pembiayaan Timnas yang diajukan oleh PSSI,” ujar Menpora.

“Setelah itu ada MoU [Memorandum of Understanding] antara Kemenpora dengan PSSI. Ini karena menyangkut pembiayaan dari APBN.”

Adapun sebab musabab masalah ini adalah berawal dari pelatih asal Korea Selatan itu, mengusulkan agar skuat Timnas U-19 menggelar TC di negaranya.

Menurutnya, di Korea Selatan jauh lebih aman dari ancaman virus corona karena grafik penyebaran yang sudah menurun, ketimbang di Indonesia yang terus meningkat.

Tak hanya itu, Shin Tae-yong juga mencurahkan keluh kesahnya selama melatih Timnas Indonesia kepada media okal Korsel.

Antara lain soal pemecatan mantan Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria hingga diangkatnya Indra Sjafri sebagai Direktur Teknik baru menggantikan Danurwindo.

Merespon curhatan itu, PSSI menganggap Shin Tae-yong tak perlu jauh mengomentari polemik inter yang bukan menjadi tanggung jawabnya.

Sebab, PSSI menganggap Shin Tae-yong bekerja untuk Timnas Indonesia dan harusnya fokus saja pada program latihan dan prestasi.