Imam Nahrawi.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi dituntut hukuman pidana berupa penjara selama 10 tahun.

Berdasarkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU), dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (12/06/20), Imam dinilai terbukti menerima suap dan gratifikasi .

“Menyatakan terdakwa Imam Nahrawi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan beberapa tindak pidana korupsi secara bersama-sama,”

“Dan berlanjut sebagaimana dakwaan kesatu alternatif pertama dan dakwaan kedua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun,”

“Serta pidana denda sejumlah Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan,” kata JPU saat membacakan tuntutannya.

Tak hanya itu, Imam juga dituntut  untuk membayarkan uang pengganti sebesar Rp 19,1 miliar dalam waktu satu bulan.

“Jika dalam waktu tersebut tidak dibayar maka harta benda terpidana disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti,”

“Dalam hal terpidana tidak punya harta yang cukup untuk membayar uang pengganti, terdakwa dipidana penjara selama 3 tahun,” ungkap jaksa.

Tak sampai di situ, JPU juga menuntut agar hak politik Imam dicabut selama lima tahun setelah menjalani pidana pokok.

Imam dikatakan telah terbukti menerima suap sebesar Rp 11,5 miliar bersama asisten pribadinya Miftahul Ulum.

Suap yang keduanya terima demi mempercepat proses dana hibah KONI pada 2018.

Bersama Ulum, Imam juga dinilai terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp 8,64 miliar dari berbagai sumber.

Ulum sendiri dalam hal ini bertugas sebagai perantara antara Imam dengan pemberi gratifikasi.