Floyd Mayweather.

Mantan juara tinju dunia asal Amerika Serikat, Floyd Mayweather, mengirimkan cek senilai 88.500 dolar AS (sekitar Rp1,3 miliar) untuk membantu biaya pemakaman George Floyd.

Mayweather turut berduka cit aatas meninggalnya pria kulit hitam itu akibat terbunuh oleh aksi kekerasan polisi di Minneapolis pekan lalu.

Dikutip dari TMZ Sports, Rabu (03/06/2020), disebutkan bahwa Mayweather menawarkan untuk membiayai semua empat layanan untuk Floyd di Houston, Minnesota, Charlotte dan lokasi lain yang akan disebutkan namanya di kemudian hari.

CEO TMT Music Label -perusahaan rekaman milik Floyd Mayweather- Anzel Jennings pun telah membenarkan kabar tersebut. Jennings adalah satu orang terdekat dalam hidup Mayweather.

Ketua eksekutif Mayweather Promotions Leonard Ellerbe mengatakan kepada ESPN, keluarga Floyd juga menerima tawaran dari petinju berusia 43 tahun itu untuk menghadiri upacara pemakamannya.

Meski kata dia sang petinju akan marah kepadanya karena mengungkapkan kabar tersebut, tapi memang begitu kenyatannya.

“Mayweather memang akan menghadiri upacara pemakaman,” ungkap Ellerbe.

Pengacara keluarga Floyd pada Senin lalu mengatakan, upacara pemakaman Floyd akan berlangsung pada 9 Juni di Houston.

Namun sebelum itu, keluarga Floyd akan menggelar upacara peringatan (memorial service) di North Carolina, kota kelahiran Floyd, pada Sabtu mendatang.

Seperti diketahui, kejadian nahas menimpa Floyd, di mana warga kulit hitam tersebut meninggal dunia pada pekan lalu setelah seorang anggota kepolisian Minneapolis melakukan kekerasan terhadap pria 46 tahun itu.

Dari hasil otopsi yang dirilis pada Senin lalu menyatakan bahwa Floyd meninggal dunia karena ada cekikan di lehernya yang membuat ia sulit bernapas dan menembuskan napas terakhirnya.

Dengan adanya beberapa saksi di lokasi kejadian dan sempat memfoto kejadian, akhirnya kabar tersebut langsung didengar oleh masyarakat seluruh dunia.

Hal itu pun memicu gelombang kemarahan di seantero AS bahkan di beberapa bagian dunia.

Adapun petugas polisi yang melakukan kekerasan terhadap Floyd, Derek Chauvin, didakwa melakukan pembunuhan tingkat tiga.

Ia dianggap melakukan kelalaian yang berakibat pada hilangnya nyawa Floyd.