Tan Boon Heong dan Hendra Setiawan.

Mantan pebulutangkis ganda Putra Malaysia, Tan Boon Heong, nyaris bangkrut karena pandemi Covid-19.

Tan Boon Heong mendirikan sebuah akademi bulutangkis di Malaysia beberapa waktu lalu. Akademi tersebut memiliki tiga pelatih utama dengan enam pusat latihan di Lembah Klang.

Awalnya akademi tersebut memiliki 200 atlet bulutangkis, dengan usia di bawah 15 tahun. Tapi gara-gara pandemi Covid-19, akademi tersebut nyaris bangrkut.

Ketika Pemerintah Malaysia menerapkan Movement Control Order (MCO), seluruh kegiatan di akademi itu berhenti total, dan mengalami krisis finansial.

“Akademi ini sangat kesulitan dalam hal finansial,” ungkap Tan Boon Heong dikutip dari News Straits Times.

Tapi mantan pebulutangkis 33 tahun ini tidak putus asa, dan terus mencoba memperbaiki kondisi akademi.

Tan Boon terpaksa membongkar tabungannya untuk membayar penuh gaji para pelatihnya.

“Akademi tidak menghasilkan uang, dan saya masih harus memikirkan gaji para pelatih. Mereka memiliki tagihan yang harus dibayar,” tutur Tan Boon Heong dikutip dari media Harian Meteor.

Mantan pebulutangkis Malaysia itu tidak putus asa dengan keadaan tesebut. Sampai akhirnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Reezal Merican, mengumumkan tempat latihan bulutangkis bisa dibuka kembali, pada 15 Juni mendatang.

Hal itu pun membuat mantan pasangan Hendra Setiawan ini bisa bernapas lega, karena bisa menghidupkan kembali akdemi bulutangkis miliknya.

Menurut Tan Boon Heong, dia membuka akademi bulutangkis tersebut, dengan tujuan untuk menghasilkan juara bulutangkis dan bukan karena keuntungan.

“Tujuan utama saya menghasilkan juara bulutangkis, bukan untuk meraih keuntungan,” pungkasnya.

Diketahui, Tan Boon dan Hendra Setiawan, pernah menjadi pasangan ganda putra independen pada 2016, dan sudah tampil dalam 18 turnamen.