Charles Leclerc.

Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, baru saja selesai membalap di seri perdana balapan virtual, 24 Hours of Le Mans.

Merasa ketagihan, pembalap asal Monako itu justru tertarik untuk turun dalam balapan yang sebenarnya.

Diikuti oleh 50 tim dan 200 pembalap, baik itu profesional maupun jagoan dalam simulator, seri perdana balapan ketahanan 24 Hours of Le Mans ini, digelar usai ditunda dari 13-14 Juni 2020 ke 19-20 September mendatang.

Penundaan ini dilakukan karena Prancis juga tengah berjibaku menghadapi pandemi virus corona.

Dalam balapan virtual ini, setiap tim diperkuat oleh empat pembalap, dua profesional dan  maksimal dua atlet olahraga elektronik atau esport.

Mereka semua mesti berlaga di sirkuit virtual dengan menggunakan simulator berjenis iFactor 2.

Peraturan dalam balapan virtual ini adalah setiap pembalap tak boleh berada di belakang kemudi lebih dari tujuh jam, sedangkan minimal mengemudi untuk tiap pembalap adalah dua jam.

Leclerc sendiri turun bersama tim Ferrari, didampingi oleh pembalap tim Alfa Romeo, Antonio Giovinazzi, beserta dua atlet balap eSport, Enzo Bonito dan David Tonizza.

Tak hanya dua pembalap F1 tersebut ada beberapa pembalap lain dan legenda yang turut ambil bagian.

Lando Norris dan Max Verstappen turun membela Tim Redline, sementara Fernando Alonso menjadi satu tim dengan Rubens Barichello di FA/RB AllinSports.

Dua nama pertama sempat memimpin dalam 10 jam pertama, sebelum terpaksa undur diri akibat masalah teknis.

Sementara Alonso dan Barichello yang sempat membela Ferrari ini mesti gigit jari karena kehabisan bahan bakar di tengah lomba karena kesalahan teknis saat penalti stop/go di pit.

Gelar juara akhirnya direbut oleh Tim Rebellion Williams Esport yang diperkuat oleh Louis Delteraz dan kawan-kawan.