Kevin Sanjaya/Reza Pahlevi. (Foto: Badminton Indonesia).

Kepala Pelatih sektor Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi (Herry IP), menyebut satu hal yang membuat pasangan Kevin Sanjaya/M. Reza Pahlevi Isfahani gagal menyabet juara di Mola TV PBSI Home Tournament.

Turun berlaga di Mola TV PBSI Home Tournament mulai Rabu (24/06/20) – Jumat (26/06/20), pasangan Kevin/Reza mesti puas hanya menempati tempat kedua.

Mereka tak mampu menahan laju pasangan Fajar Alfian/ Yeremia Yacob Rambitan yang kemudian keluar sebagai juara.

Kevin/Reza sebenarnya sempat punya kesempatan juara andaikan bisa menang di set penentu.

Namun demikian, mereka harus takluk dari pasangan Fajar/Yeremia dalam dua set saja dan mesti puas menempati runner-up kejuaraan Mola TV PBSI Home Tournament untuk ganda putra dengan skor kembar 18-21.

Dilansir dari Indosport pada Sabtu (27/06/20) sang pelatih, Herry IP menyebut faktor yang bisa membuat Kevin/Reza keok dari Fajar/Yeremia dalam pertandingan dua set saja.

“Saya pikir akan berlangsung rubber game, ternyata Fajar/Yere memenangi dua pertandingan langsung,” ujar pelatih yang akrab dijuluki Naga Api ini.

“Saya tanya sama Kevin, ternyata kondisi fisiknya belum kembali karena latihannya belum seratus persen karena selama masa pandemi ini dan langsung bertanding, main sehari dua kali,” ujar Herry IP.

Selain muncul dari sang pelatih, pasangan Kevin/Reza sudah menyebut faktor apa yang membuat mereka mesti rela kalah dari pasangan Fajar/Yeremia.

“Hari ini dari awal nggak enak mainnya, seperti belum dapat pola yang pas, jadi nggak pede duluan. Sekalinya dapat poin, fokusnya hilang lagi,” ujar Reza usai pertandingan.

Selain Reza, Kevin juga mengakui bahwa ia jarang sekali mendapatkan kesempatan untuk menyambar bola di depan net, yang selama ini jadi andalannya untuk meraup poin demi poin.

“Tadi memang nggak ada kesempatan saja, bukannya sengaja disimpan. Semua kan tergantung dari kondisi di lapangan,” ungkap Kevin Sanjaya.