Newcastle United mendadak jadi klub kaya raya di Liga Inggris usai diakuisisi Pangeran Salman. (sumber: SPORTbible)

Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman Al-Saud, terancam gagal mengakuisisi klub Liga Inggris, Newcastle United. Penyebab terkuatnya karena masalah pembajakan.

Pangeran Mohammed bin Salman Al-Saud alias Pangeran Salman, hanya tinggal selangkah lagi bisa mengakuisisi saham Newcastle United, dan kemudian menjadi pemilik baru klub tersebut.

Tapi tiba-tiba saja banyak penolakan dari banyak pihak terkait akuisisi tersebut. Mulai dari Otoritas Pajak Inggris, kemudian Amesty Internasional.

Ada lagi dari mantan tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz, meminta pada para pendukung Newcastle United menghambat usaha Pangeran Salman mengakuisisi The Magpies.

Sebelum itu ada penolakan dari negara Qatar, dalam hal ini stasiun televisi BeIN Sports selaku pemengang hak siar Liga Inggris.

Karena Arab Saudi diduga telah membajak siaran sepak bola dari Qatar, secara terang-terangan. Pihak Arab Saudi menggunakan satelit Arabsat melalui chanel televisi bernama beoutQ. Arab Saudi diketahui memiliki 36 persen saham dari satelit Arabsat

BeIN Sports sudah membuat pengaduan terhadap pihak Liga Inggris, dan mereka sudah meminta penjelasan. Tapi pihak Arab Saudi membantah terlibat dengan pembajakan tersebut.

Melansir laman Daily Mail, putusan terkait keterlibatan Arab Saudi terhadap BeoutQ tersebut, bakal dirilis pada Selasa (16/06/20) waktu setempat.

Dan jika nantinya hal itu terbukti, maka Pemerintah Kerajaan Arab Saudi bakal terkena sanksi dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Selain itu, kabar terakhir Pemerintah Inggris, melalui Menteri Perdagangan, Graham Stuart, juga menentang akuisisi Newcastle United oleh Pangeran Salman, dengan alasan pembajakan siaran Liga Inggris.

Pihak Inggris mengaku mendapat tekanan dari beberapa negara yang salah satu stasiun televisinya mendapat hak siar Liga Inggris. Seperti Amerika Serikat dan beberapa negera di Eropa.