Striker PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto. (FOTO: psisofficial)
Striker PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto mengucapkan rasa syukurnya setelah menjadi top skor sepanjang masa bagi klub asal Jawa Tengah itu.
Hari Nur Yulianto sudah membela PSIS sejak 2013 lalu, dan selama membela Laskar Mahesa Jenar, sang striker berhasil membuat 48 gol pada pertandingan resmi.
Nama Hari Nur Yulianto kini sejajar dengan para legenda klub seperti Julio Lopez, Indriyanto Nugroho.
Budi Wahyono, Arliston de Oliviera, Muhammad Ridwan, Emannuel De Porras, Ribut Waidi, dan Imral Usman.
Dari sekian banyak nama yang berada dalam 10 besar pemain dengan jumlah gol terbanyak bagi PSIS, tercatat hanya Bruno Silva yang berpeluang menyalip Hari Nur Yulianto.
Tapi, perolehan gol Bruno Silva bagi PSIS juga masih tertinggal jauh dari perolehan gol Hari Nur Yulianto, di mana striker Brasil itu baru membuat 22 gol.
Menyikapi fakta tersebut, Hari Nur Yulianto tidak bisa berkata banyak selain mengucap syukur.
“Alhamdulillah, namun ini kerja keras semua komponen tim. Tidak hanya saya saja,” kata Hari kepada Indosport.com.
Hari Nur Yulianto juga mengaku tidak akan puas dengan pencapaiannya pada saat ini, striker asal Kendal ini masih bertekad meraih prestasi yang lebih baik lagi.
Apalagi, kompetisi Liga 1 2020 akan segera dilanjutkan oleh PSSI pada September mendatang setelah kompetisi sempat terhenti karena pandemi virus corona.
“Buat motivasi saja supaya lebih baik ke depannya dan bekerja keras lagi. Semoga selalu memberikan hasil yang terbaik untuk PSIS dan secepatnya bawa tim ini berprestasi di kancah Liga 1,” tambahnya.
Saat ini, Hari Nur Yulianto dan rekan-rekan setimnya di PSIS, masih berlatih mandiri di rumah karena belum diberi izin untuk menggelar latihan secara tim.