Logo PSSI.

PSSI akan berusaha mewujudkan keinginan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, yang meminta agar PSSI lebih mengutamakan pemain lokal dari pada pemain asing di kompetisi domestik.

Kompetisi Liga 1 merupakan salah satu kompetisi bergengsi di tanah air, sehingga banyak klub yang berlomba untuk bisa meraih gelar juara dalam kompetisi itu.

Berbagai cara dilakukan klub agar bisa meraih gelar juara, salah satuya dengan mengadopsi beberapa pemain asing untuk memperkuat tim mereka.

Banyaknya pemain asing di dalam kompetisi Liga 1, menjadi sorotan Menpora, Zainudin Amali, sehingga dia meminta agar PSSI lebih mengutamakan pemain domestik, dan mampu mengorbitkan stiker dalam negeri.

Terkait keinginan Menpora tersebut, salah satu anggota Exco PSSI, Yoyok Sukawi, angkat bicara. Menurutnya selama ini PSSI selalu berusaha untuk mengorbitkan pemain lokal.

“Masalah pemain asing di beberapa klub memang sudah sering dibahas. Dan saat ini PSSI sudah berusaha untuk bisa mengurangi jumlah kuota pemain asing di klub,” kata Yoyok Sukawi dikutip dari Indosport.

Masih kata Yoyok Sukawi, beberapa tahun lalu ada klub yang menggunakan jasa beberapa pemain asing yang jumlahnya cukup banyak, tapi saat ini maksimal hanya empat pemain asing yang ada di satu klub.

Yoyok yang menjabat sebagai CEO PSIS Semarang, mencontohkan klub yang dipimpinnya. PSIS Semarang tetap mendahulukan pemain lokal walaupun ada beberapa pemain asing berkualitas di klub tersebut.

“Contohnya adalah PSIS Semarang, kami terbilang konsisten memakai penyerang lokal yang tidak kalah tajam, seperti Hari Nur Yulianto. Kami juga kerap memainkan pemain muda di lini depan,” jelasnya.

PSIS Semarang pernah menurunkan pemain 18 tahun sebagai striker, bernama Jorry ketika bertanding melawan Persipura Jayapura.