Menpora Zainudin Amali. (Sumber: Indosport)

Melihat DKI Jakarta melakukan relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 5-18 Juni ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI), Zainudin Amali memperbolehkan cabang olahraga (cabor) mengajukan permohonan mengadakan pelatihan nasional (pelatnas) kembali.

Namun jika nantinya ada atlet yang terinfeksi virus corona (Covid-19), dia akan menghentikan secara total kegiatan itu.

Dilansir dari Detik, agar hal itu tidak terjadi Zainudin Amali mengimbau kepada pengurus cabor agar detail dalam mempersiapkan protokol kesehatan sebelum pelatnas. Hal ini juga yang menjadi syarat dalam permohonan cabor mengadakan pelatnas kepada Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.

“Kami ada catatan (izin pelatnas), kalau ada cabor yang tidak disiplin, kemudian timbul ada yang terinfeksi maka akan kami hentikan pelatnas itu,” kata Zainudin Amali.

Dia tidak ingin ada gelombang penyebaran Covid-19 baru yang datangnya dari para atlet. Jika hal tersebut terjadi, tentu lingkungan yang berada di sekitar pelatnas juga akan menerima akibatnya.

Zainudin Amali meminta cabor yang mengajukan pelatnas untuk mencontoh bulutangkis, angkat besi, dan menembak yang sejauh ini disiplin dalam menjalankan pelatnas dengan protokol kesehatan dengan karantina tertutup.

Selama tiga bulan terakhir, tiga cabor itu tidak ada laporan atlet maupun ofisial terinfeksi Covid-19.

“Mereka sudah melakukan itu dan bisa dilihat bagi cabor yang mau mengajukan perencanaan pelatnas kepada kami. Contoh saja cabor yang sudah melakukan,” lanjutnya.

Namun, sampai awal pekan ini Zainudin Amali mengungkapkan belum ada cabor yang mengajukan pelatnas. Hanya ada beberapa rencana yang disampaikan tapi surat permohonan belum diterima Kemenpora RI.

Cabor renang melalui pelatihnya ingin sekali menggelar pelatnas. Namun belum mengajukan sampai sekarang,” ungkap pria asal Gorontalo ini.

Kedisiplinan cabor dalam mematuhi protokol kesehatan saat menggelar pelatnas juga diharapkan dapat melindungi atlet. Sebab Covid-19 saat ini masih merajalela di Indonesia dan dunia saat ini.