Pemain LA Lakers, Kobe Bryant. (FOTO: Cleat Sheet)

Kematian sang legenda bola basket asal Amerika Serikat, Kobe Bryant, mungkin bisa dihindari jika ada satu detail kecil yang terjadi tepat sebelum kecelakaan helikopternya.

Warta yang dirilis oleh Sport Mirror menyatakan bahwa, ada satu hal kecil yang ternyata bisa menjadi suatu pembeda yang signifikan.

Mungkin hal itu akan menyelamatkan nyawa mantan pemain bintang LA Lakers tersebut.

Mengutip laporan tersebut, asisten pribadi Kobe, yaitu Cate Brady, mengutarakan bosnya sempat meminta agar jam keberangkatan helikopter diubah 45 menit lebih cepat dari jadwal.

“Pada hari Minggu itu, saya benar-benar mengubah jam [keberangkatan] pada malam sebelumnya, sekitar pukul 6 atau 7 sore,” tutur Cate, sebagaimana warta dari Sport Mirror.

“Karena Kobe ingin pergi menyaksikan tim lain yang bermain sebelum laga [yang ingin disaksikan bersama putrinya, Gianna].”

“Jadi itu seharusnya pukul 9.45 pagi, tapi malam sebelumnya, kami mengubahnya menjadi pukul 9 pagi,” tuturnya.

15 menit setelah keberangkatan, helikopter jatuh, dan menurut kabar lanjutan dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional menerangkan bahwa situasi di LA saat itu sedang berkabut.

Pilot Ara Zobayan diklaim kesulitan untuk mengendalikan helikopter.

Dia melaporkan dirinya sedang menaikkan elevasi penerbangan helikopter, namun nyatanya sedang terjun ke arah daratan.

Kecelakaan tragis tersebut tidak hanya merenggut nyawa Kobe Bryant, melainkan juga sang putri Gianna Bryant, yang digadang-gadang untuk menjadi pebasket putri terbaik di masa depan.

Berdasarkan warta lanjutan yang berkembang setelah kematian Kobe Bryant, tubuh mendiang beserta putrinya dan seluruh penumpang dalam penerbangan tersebut hancur lebur.

Hasil otopsi menerangkan bahwa, hal itu disebabkan oleh hentakan dengan benda-benda tumpul di sekitarnya pada saat kecelakaan tersebut terjadi.