Shin Tae-yong, Pelatih Timnas Indonesia. (sumber: PSSI)

Konflik antara PSSI dan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, hingga saat ini belum juga terselesaikan.

Berawal dari keterlambatan gaji Shin Tae-yong yang disorot media Korea Selatan, hingga merambat ke berbagai masalah lainnya.

Hingga program latihan yang dibuat pelatih asal Korea Selatan untuk Timnas Indonesia pun menjadi permasalahan.

Beberapa waktu lalu, PSSI bersikukuh akan menggelar pemusatan latihan di Indonesia saja, padahal program pelatih 49 tahun itu, TC akan digelar di Korea Selatan dan negara lainnya.

Saling mempertahankan program latihan menjadikan perseteruan kedua pihak semakin panas, hingga Satgas Timnas Indonesia mengancam akan memecat Shin Tae-yong, jika tak kunjung kembali ke Indonesia dalam tenggat waktu yang sudah ditentukan, 29 Juni besok.

Konflik tersebut sampai terdengar oleh Presiden RI Joko Widodo, dan membuat Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali terpaksa turun tangan.

“Komitmen pak Presiden, mau latihan dimana saja, berapa lama, ya silahkan saja, harus dituruti dan tidak ada batasan,” ungkap Zainudin Amali dikutip dari Chanel YouTube I’M GenZ Official, belum lama ini.

Shin Tae-yong mungkin memiliki alasan tersendiri kenapa ngotot Timnas Indonesia harus menggelar latihan di Korea Selatan dan di negara lainnya.

Ketika Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti akan menggelar pemusatan latihan sesuai dengan perintah PSSI, yaitu di Jakarta atau sekitarnya, ternyata sang pelatih langsung menemukan kendala.

Kendalanya yaitu, Timnas Indonesia U-16 terancam tidak bisa menjalani laga uji coba, jangankan dengan tim luar negeri, dengan tim lokal saja sudah akan mengalami kesulitan.

“Kami sudah merencanakan laga uji coba, tapi untuk uji coba melawan tim dari luar negeri tidak akan bisa,” ungkap Bima Sakti dikutip dari Indosport.

Jangankan untuk melawan tim dari luar negeri, untuk laga dengan tim lokal saja akan mengalami kendala, dan sudah pasti kendalanya terkait Covid-19.

“Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan pemain, ofisial, pelatih dan semua yang terlibat dalam pertandingan. Jangan sampai kita terpapar gara-gara uji coba, ini jadi catatan kami,” katanya.

Dari pernyataan Bima Sakti tersebut, sudah terbayang seperti apa susahnya mencari tim untuk laga uji coba. Kemungkinan uji coba melawan tim lokal masih bisa diusahakan.

Tapi untuk uji coba melawan tim luar negeri? Sudah jelas akan banyak kendala. Tim luar negeri akan berpikir dua kali jika datang ke Indonesia, mengingat saat ini kasus Covid-19 di tanah air tertinggi di Asia Tenggara dan masuk 10 besar se-Asia.

Apalagi jika Timnas Indonesia yang datang ke luar negeri, sudah pasti akan ditolak mentah-mentah, karena mereka juga tidak mau ambil resiko para pemain Indonesia membawa virus corona.

Dan ternyata Shin Tae-yong sudah memikirkan hal itu sebelumnya, sehingga dia ngotot untuk membawa Timnas Indonesia TC di Korea Selatan.

Bahkan Shin Tae-yong menjamin kesehatan para pemain selama di sana. Karena Korea merupakan salah satu negara yang terbukti berhasil menekan angka penularan Covid-19.

Dengan TC di Korea Selatan, Timnas Indonesia bisa menjalani laga uji coba dengan tim yang ada di sana. Termasuk dengan Timnas Korea Selatan, yang bisa mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2018.

Belum lagi Shin juga akan mengajak Timnas TC ke Jepang, dan bisa saja Timnas Indonesia, akan menjalani laga uji coba dengan Timnas Jepang.

Dan sudah pasti laga uji coba dengan tim yang lebih kuat, dengan tim dari luar negeri, sangat penting bagi Timnas Indonesia, yang akan menghadapi berbagai kompetisi Internasional.

Apakah PSSI hanya akan mengandalkan tim-tim lokal saja untuk laga uji coba Timnas Indonesia yang bakal menghadapi Piala Dunia U-20 2021, dan kompetisi internasional lainnya? Kita tunggu saja seperti apa keputusan PSSI.