Striker Real Madrid, Luka Jovic (sumber: Getty Images)

Jelang LaLiga Spanyol 2019-2020 dilanjutkan pada Jumat (12/06/20), Luka Jovic berulah dengan melanggar protokol kesehatan yang dicanangkan Real Madrid maupun pemerintah Spanyol. Penyerang asal Serbia ini pun langsung mendapat teguran dari manajemen Los Blancos.

Dilansir dari Marca, Luka Jovic menggelar pesta barbeque di kediamannya dengan menggundang dua pemain klub lain yang juga bermarkas di Kota Madrid. Kedua rekannya itu yakni Ivan Saponjic yang membela Atletico Madrid dan Nemanja Maksimovic yang terdaftar sebagai penggawa Getafe.

Ini bukan kali pertama pemain berusia 22 tahun itu melanggar aturan karantina Real Madrid. Sebab Luka Jovic sempat nekat kembali ke Serbia dan malah keasyikan jalan-jalan saat tiba di kampung halamannya.

Hal ini tentunya semakin menambah anggapan Luca Jovic merupakan pembelian buruk Real Madrid di musim panas 2019. Sebab penyerang gagal menunjukkan peforma gemilangnya seperti saat membela Eintracht Frankfurt musim lalu.

Memboyong Luka Jovic dengan dana 60 juta Euro atau setara Rp 909 miliar di awal musim 2019-2020, sang pemain hanya mengemas dua gol dan satu assist dari 15 pertandingan di LaLiga Spanyol musim ini. Padahal di Eintracht Frankfurt musim lalu, dia  mengamas 17 gol dan lima umpan dari 32 penampilan di Bundes Liga Jerman 2018-2019.

Bahkan di Liga Europa musim yang sama, Luka Jovic berhasil mempersembahkan 10 gol dan satu asisst dari 14 laga yang dijalani. Di ajang kasta kedua Eropa itu dia mengantarkan Eintracht Frankfurt lolos hingga semifinal.

Selain itu Luka Jovic mencatatkan diri sebagai pemain nomor dua terproduktif dalam hal mencetak gol dibawah Olivier Giroud yang bermain untuk Arsenal. Hal ini yang membuat Real Madrid kepincut kepadanya.

Pesta yang dilakukan Luka Jovic sebelum kompetisi dilanjutkan kembali cukup mencoreng Real Madrid.

Namun klub ini tidak sendiri karena sebelumnya pesta barbeque juga dilakukan empat pemain Sevilla yakni Luuk de Jong, Lucas Ocampos, Ever Banega, dan Franco Vazquez.