Leani Ratri Oktila, atlet parabadminton Indonesia (Sumber: Tribun).

Sosok Leani Ratri Oktila punya resep jitu bisa meraih prestasi tingkat dunia di tengah keterbatasan yang kini disandangnya.

Kecelakaan di 2011 yang membuat kaki kiri dan tangan kanannya patah, tidak membuat dirinya patah semangat menjadi seorang atlet bulutangkis.

Terbukti sejak 2014 silam, dirinya mulai meraih medali emas Asian Para Games di nomor ganda campuran di Icheon hingga di 2019 lalu meraih dua medali emas World Championships di nomor ganda campuran dan tunggal putri di Basel. Lalu apa resep jitu yang dimiliki atlet parabulutangkis ini?

“Saya harus harus lebih bersyukur. Untuk kita yang masih punya anggota tubuh yang lengkap kadang suka kalah semangat sama mereka yang berkebutuhan khusus. Menjadi parabulutangkis, bikin saya jadi belajar terus,” ungkapnya.

Leani Ratri Oktila sebelum kecelakaan di 2011 memang menggeluti dunia bulutangkis. Peristiwa yang menimpanya itu sempat terpikir karir bulutangkisnya sudah kandas.

Namun, dia percaya dengan kondisi keterbatasan tetap bisa meraih kesuksesan. Mental yang bagus itu membuatnya menjadi juara dunia saat ini.

“Saya mungkin¬†mikirnya Tuhan kasih saya waktu agar beristirahat, disuruh berhenti. Mungkin juga saya capek. Soalnya waktu kecelakaan, saya kan sepuluh bersaudara, jadi saya selalu bawa adek-adek dari kota ke kabupaten naik motor, ngurusin mereka semua tanding,” cerita Leani Ratri Oktalita.

Perempuan berusia 29 tahun itu berusaha untuk untuk tidak semakin terpuruk. Leani Ratri Oktila mengungkapkan mental ”preman”-nya membuat dirinya bisa bangkit.

Meskipun di awal keinginannya menjadi atlet parabulutangkis tidak disetujui orangtuanya. Sebab pihak keluarga menilai dirinya tidak memiliki kondisi seperti atlet difabel pada umumnya di parabulutangkis.

“Apa bedanya mereka sama saya? Saya terkejut menyaksikan mereka bermain menggunakan kursi roda namun tetap semangat. Sementara saya masih punya kaki masih yang utuh, masih dapat pakai tongkat, disuruh main enggak mau. Makanya saya langsung main di situ,” lanjut Leani Ratri Oktalita.