Logo Federasi Bulutangkis Malaysia, BAM. (sumber: bam.org.my)

Legenda bulutangkis Indonesia, Hendrawan ikut memberikan komentarnya tentang perubahan struktur pada tim Malaysia, yang dilakukan oleh Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM).

Hendrawan yang sudah sejak lama mendedikasikan hidupnya untuk melatih Malaysia, kini dipasangkan kembali dengan Tey Seu Bock, pelatih yang pernah bekerjasama dengannya empat tahun lalu.

Tepatnya pada Olimpiade Rio 2016, Hendrawan dan Tey Seu Bock dipercaya BAM untuk memimpin tim tunggal putra Malaysia, yang saat itu berhasil meraih medali perak melalui Lee Chong Wei.

Dengan beberapa perubahan struktur pelatih yang dilakukan BAM, kembali bersatunya Hendrawan dan Tey Seu Bock diharapkan dapat memberi dampak baik bagi tunggal putra Malaysia.

Hendrawan sendiri menyambut baik keputusan BAM yang meneruskan kepercayaan besar mereka kepadanya, dengan tetap menggunakan jasanya sebagai pelatih.

Kesempatan bekerjasama kembali dengan Tey Seu Bock juga disambut dengan sangat terbuka oleh Hendrawan, karena keduanya sudah mengenal satu sama lain.

“Saya tidak punya masalah dengan ini karena saya telah bekerja dengan Seu Bock sebelumnya, termasuk ketika dia membantu  Lee Chong Wei di Olimpiade (Rio 2016). Yang pasti, kami akan melakukan yang terbaik,” kata Hendrawan dikutip dari media Bharian.

BAM memang menargetkan sektor tunggal putra Malaysia dapat meraih prestasi besar di Olimpiade Tokyo 2020 pada tahun depan, sehingga mereka menduetkan kembali Hendrawan dan Tey Seu Bock.

Dengan usia Lee Chong Wei yang sudah menua, Malaysia menaruh harapan besar pada Lee Zii Jia untuk dapat meraih prestasi yang tinggi di Olimpade Tokyo 2020 pada 2021.

Keberhasilan Hendrawan dan Tey Seu Bock dalam membantu Lee Chong Wei merebut medali perak Olimpiade Rio 2016 menjadi salah satu alasan BAM menunjuk keduanya untuk berduet kembali.