Kai Havertz.

Legenda Liverpool, Dietmar Hamann menyarankan gelandang muda masa depan Timnas Jerman, Kai Havertz untuk bergabung ke Chelsea jika berniat bermain di Liga Inggris.

Hal itu dikemukakan pria yang juga berasal dari Jerman itu saat mendengar Manchester United juga menginginkan jasa Kai Havertz yang kini membela Bayer Leverkusen.

Dilansir dari wawancara Sky Sport, Dietmar Hamann melihat gelandang serang berusia 21 tahun itu lebih cocok ke Chelsea.

Hal ini didasari dari pengalamannya ketika berkiprah di Liga Inggris bersama Newcastle United, Liverpool dan Manchester City sejak 1998 sampai 2009.

Dietmar Hamann juga melihat dalam beberapa tahun terakhir Manchester United sudah kehilangan daya tarik lagi.

Setan Merah juga tidak setangguh pada saat dia masih aktif bermain atau saat Man United masih di zaman kepelatihan Sir Alex Ferguson. Untuk itu Kai Havertz harus berpikir jauh sebelum mengambil keputusan.

“Sudah bertahun-tahun memang Manchester United sudah menjadi tolok ukur. Mereka masih menjadi salah satu klub terbesar di Inggris, namun mereka memiliki masalah internal,” tandas pemain yang membawa Liverpool juara Liga Champions 2004-2005 tersebut.

Pada masa lalu, setiap pemain yang masuk dalam incaran The Red Devils akan memprioritaskan klub tersebut dalam karirnya.

Namun saat ini Dietmar Hamann menilai hal itu tidak lagi terjadi. Kai Havertz diminta untuk memiliki kebijakan meneken kontrak lima tahun, ketimbang iming-iming bermain di Liga Champions musim depan.

”Pemain bersangkutan mungkin harus membuat keputusan dalam beberapa pekan ke depan dan tidak bisa menunggu sampai musim di Inggris berakhir pada akhir Juli atau awal Agustus. Buat pemain, perspektif itu penting, tapi Manchester sudah vakum selama bertahun-tahun,” papar mantan pemain Bayern Munchen ini.

Adanya sosok Frank Lampard di Chelsea dinilai akan menjadi orang yang tepat untuk memoles bakat Kai Havertz. Sang pelatih sejauh ini dipandang Dietmar Hamann sudah berkontribusi buat klub dengan memberikan jam terbang bagi pemain muda.

”Bersama Frank Lampard, saya punya perasaan the Blues tumbuh lagi. Untuk kali pertama setelah sekian lama, ada lagi sebuah tim yang bisa membuat suporternya benar-benar merasa teridentifikasi,” tandas pria berusia 46 tahun itu.