Logo Liga Inggris. (sumber: premierleague.com)

Isu tentang rasialis yang saat ini sedang mengguncang Amerika Serikat usai wafatnya George Floyd  oleh polisi kulit putih memunculkan gerakan besar Black Lives Matter.

Dan isu soal kulit hitam ini sejatinya juga terjadi di sepak bola terutama Liga Inggis.

Di Liga Inggris isu kulit hitam menjadi isu yang juga belum selesai, terbukti saat ini pelatih berkulit hitam sulit berkarier di Liga Inggris.

Tercatat saat ini di Liga Inggris hanya ada satu pelatih kulit hitam yaitu Nuno Espirito Santo yang merupakan pelatih Wolverhampton Wanderers.

Pelatih berkulit hitam ini adalah pelatih berkebangsaan Portugal.

Nuno terbilang beruntung karena memang pengalaman melatihnya cukup banyak karena sempat melatih klub besar lain seperti  Valencia, dan Porto.

Namun nasib Nuno tak seperti legenda Manchester United, Dwight Yorke yang coba menjajal karier kepelatihan.

Kepada Bein Sports, pria asal Trinidad-Tobago sempat berminat akan melatih Aston Villa. Rencananya ini lantas ia konsultasikan dengan mantan pelatihnya Sir Alex Ferguson.

“Dia selalu bilang bahwa apabila aku butuh rekomendasi untuk bekerja sebagai pelatih, dia akan memberikannya. Meski sudah mendapat bantuan darinya, aku tetap tidak mendapat panggilan,” ujarnya.

Seorang kolumnis kenamaan, Jonathan Liew pernah menulis bahwa pelatih berkulit hitam memang sulir meraih kesempatan ketimbang pelatih kulit putih di Liga Inggris.

Menurutnya, pelatih kulit putih punya kesempatan dua kali lebih besar.

“Sejak 1990, cuma ada lima eks pemain Timnas Inggris berkulit hitam yang menjadi pelatih.”

“Dari situ hanya satu orang yang masih memiliki pekerjaan dan hanya satu yang bisa menjadi pelatih di Liga Inggris,” tulisnya.

Dari tulisannya Liew juga menyebutkan bahwa persentase pelatih kulit hitam dan etnis minoritas lain hanyalah 7 persen yang bisa eksis di Inggris.

Bintang timnas Inggris, Raheem Sterling pernah angkat bicara soal hal ini.

Dia menyebutkan kalau pemain bintang timnas Inggris seperti Sol Campbell dan Ashley Cole yang notabene adalah pahlawan bagi Inggris.

Namun kesempatan mereka berkarier sangat berbeda dengan rekan lainnya seperti Frank Lampard dan Steven Gerrard yang saat ini melatih tim elit.

“Intinya, ini tidak hanya soal melakukan aksi dengan berlutut saja .(simbol aksi Black Lives Matter).”

“Namun Ini tentang memberikan kesempatan kepada semua orang yang pantas menerimanya tanpa melihat latar belakang lain ,” tegas pemain Manchester City ini.