Pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon sukses menjuarai Indonesia Masters 2020. (Sumber: Humas PBSI)

Menjadi pasangan ganda putra nomor 1 dunia bagi Marcus Fernaldi Gideon, bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, dalam setiap turnamen, tentu pemain peringkat 1 akan menjadi sorotan dan dituntut harus bisa meraih juara.

Marcus Gideon mengawali debutnya sebagai pasangan Kevin Sanjaya pertama kali pada lima tahun yang lalu atau tepatnya tahun 2015.

Namun mereka baru banyak menuai kesuksesan di tahun 2017, di mana pasangan berjuluk The Minions ini sukses mencapai 9 partai final di tahun tersebut.

Dari sembilan partai final yang diraih pasangan Marcus/Kevin, tujuh final di antaranya sukses mereka juarai. Itu merupakan tahun kebangkitan pasangan ganda putra andalan Tanah Air ini.

Perjuangan mereka selama tiga tahun, terbayar dengan menempati peringkat satu dunia sektor ganda putra. Bahkan sejak 2017 lalu, The Minions belum pernah turun singgasana sampai saat ini.

Pasangan Marcus/Kevin juga berhasil memecahkan rekor sebagai pasangan ganda putra yang berhasil menempati peringkat satu dunia dalam waktu yang lama. Mereka melampaui pencapaian pasangan dari Korea Selatan, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong.

Pecinta bulutangkis Tanah Air tentu sangat mencintai pasangan Marcus-Kevin. Namun di balik itu, ada beban berat di pundak mereka saat sedang ingin memulai pertandingan dalam sebuah turnamen.

Dalam live Instagram bersama PP PBSI di akun @badminton.ina, yang dikutip Indosport, Sabtu (13/06/20), Marcus Gideon membeberkan target yang harus selalu diembannya bersama Kevin Sanjaya setiap kali mereka bermain di sebuah turnamen.

“Pasti pressure banyaklah. Apalagi makin ke atas pressurenya makin banyak. Sekarang kalau kita pergi ikut kompetisi saja targetnya wajib juara. Final saja dianggap gagal,” katanya.

“Tapi karena ini juga hobi dan bagian dari pekerjaan ya jadinya dinikmati saja dan lakukan yang terbaik,” ujar Marcus Gideon.

Pencapaian Marcus/Kevin di tahun 2018, mereka masih konsisten, di mana The Minions berhasil mencapai 9 partai final, dan berhasil mengkonversinya menjadi 8 gelar juara.

Sedangkan pada tahun 2019, pasangan Marcus/Kevin sukses menembus delapan partai final pada turnamen bulutangkis. Hebatnya, semua final dikonversi pasangan tersebut menjadi gelar juara.

Di tahun 2020 ini, sebelum turnamen-turnamen dihentikan akibat pandemi, pasangan Marcus/Kevin baru mencapai 2 final, dan hanya merebut 1 kali juara.