Paul Pogba menjadi incaran Inter Milan.

Karier Paul Pogba di Manchester United dinilai belum sesuai harapan. Sekembalinya Pogba ke Man United dari Juventus, tak ada permainan spesial dari pemain asal Prancis itu.

Setelah berbulan-bulan menepi akibat cedera, yang kemudian ditambah oleh pandemi, Pogba akhirnya kembali merumput.

Dan membantu Setan Merah bermain imbang 1-1 dengan Tottenham Hotspur akhir pekan lalu. Itu adalah penampilan pertama Pogba di tahun 2020 ini.

Jika dilihat dari laga itu, Pogba sebenarnya bermain cukup baik. Pogba bisa mengontrol arah permainan, mengalirkan umpan.

Bahkan dirinya berperan penting membuat Man United mendapat hadiah penalti untuk menyamakan kedudukan.

Namu tetap saja, keraguan terhadap level permainan Pogba masih tetap muncul. Masih ada yang merasa Setan Merah lebih baik tanpa Pogba.

Analis Mirror, Darren Lewis mencoba menganalisis tentang permainan Pogba. Pemain berusia 27 tahun itu selalu dianggap kurang, meski ada banyak pemain lain yang bermain lebih buruk darinya.

“Setiap kali bicara soal Pogba, rata-rata orang bilang dia sebagai pemain yang egois, malas, dan seseorang yang tidak peduli dengan tim,” ujar Lewis dikutip dari Sky Sports.

Padahal menurut Lewis, sangat jarang Setan Merah mempunyai gelandang yang bisa mencetak gol serajin Pogba.

Catatan gelar Pogba bersama klub sebelumnya dan Timnas Prancis juga bukan main-main.

Lewis menyebut, kesulitan Pogba lebih disebabkan oleh faktor eksternal. Artinya, Pogba tidak berada di bawah pelatih atau di dalam tim yang tepat.

Mengapa Pogba sering diosorot? Menurut Lewis karena memang Pogba adalah pemain terbaik di posisinya saat ini. Lewis tidak bermaksud memuji Pogba.

Namun, menyebutnya egois, tidak cukup bagus, tidak memberi kontribusi pada tim yang belum meraih trofi hanyalah merendahkan kualitas pemain sekelas Paul Pogba.