Pelatih Juventus, Maurizio Sarri (sumber: Sports Grid)

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, mengaku terganggu dengan banyaknya kritik terhadapnya. Kritik tersebut dilontarkan banyak pihak karena menganggap Sarri belum pernah meraih trofi apapun selama berkarier di Italia.

Sarri dipercaya jadi pelatuh Juventus pada awal musim 2019/20 usai membawa Chelsea menjuarai Liga Europa. Itu adalah trofi perdana Sarri setelah bertahun-tahun berkarier sebagai pelatih sepak bola.

Hal itu yang memunculkan kritik terhadap pelatih berusia 61 tahun itu. Di Italia, ia paling sukses saat menukangi Napoli, itu pun tak mempersembahkan trofi, hanya membuat Napoli bersaing di papan atas.

Kini, jelang duel final Copa Italia Juventus vs Napoli, Sarri menyinggung tentang kritik itu. Sarri mengaku kesal, karena menurutnya meski tak meraih trofi, dia berulang kali membawa tim-tim promosi ke kasta yang lebih tinggi.

“Saya merasa terganggu ketika pengkritik itu mengatakan kalau saya tak pernah meraih apapun di Italia. Padahal saya berhasil membawa delapan kali sebuah tim untuk promosi dari satu divisi ke divisi berikutnya,” ujar Sarri dikutip dari Goal, Rabu (17/06/20).

Lanjut Sarri, membawa tim untuk promosi memang terlihat kecil dibanding trofi Liga Champions Eropa atau Scudetto. Namun kata Sarri, hal itu bukanlah hal yang mudah.

Dini hari WIB nanti, Sarri punya peluang untuk meraih trofi Coppa Italia bersama Juventus. Inilah momen yang tepat baginya untuk membungkam kritik tersebut.

Meski demikian, ia tak mau meremehkan mantan klub asuhannya, Napoli. Menurutnya, Napoli adalah klub yang tahu cara bermain di level tertinggi, contohnya, ketika Napoli berhasil menahan imbang Barcelona di Liga Champions Eropa leg pertama babak 16 besar.

Menurut Sarri, Napoli merupakan tim yang sulit dihadapi. Napoli adalah tim yang solid dan berbahaya ketika serangan balik, dan Juventus harus bersiap menghadapi itu.