Indra Sjafri saat melatih Timnas Indonesia

Di tengah konflik internal di tubuh PSSI dengan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, Indra Sjafri menyatakan harapannya untuk bisa menggantikannya di kemudian hari.

Melihat rekam jejak mantan pelatih Bali United yang kini menjadi Direktur Teknik Timnas Indonesia itu, pantaskah dia membesut skuad Merah Putih?

Dilansir dari Indosport.com, sebelumnya Indra Sjafri menanggapi terkait kesemapatan dirinya untuk menggantikan Shin Tae-yong.

Yang mengummbar bobrok internal PSSI kepada media Korea Selatan, News Joins, pekan lalu.

Pria asal Sumatera Barat berusia 57 tahun ini menyatakan, dia nyaman ditempatkan di mana saja di kepelatihan timnas karena sudah mengabdi melatih sejak skuad kelompok usia remaja.

“Walaupun saya punya rekam jejak kepelatihan dari Timnas Indonesia U-17, U-18, U-19, dan terakhir U-22. (Hanya) Timnas Indonesia senior yang belum. Doakan saja,” ungkap Indra Sjafri.

Tanggapan ini muncul setelah namanya diseret-seret dalam pernyataan Shin Tae-yong kepada News Join.

Indra Sjafri disebut tidak menghargai pelatih asal Korea Selatan itu saat pergi tanpa izin saat melakukan pemusatan latihan Timnas U-19 Indonesia di Thailand beberapa waktu lalu.

Saat itu posisi Indra Sjafri masih menjadi asisten pelatih dan dia menganggap semua tidak ada masalah.

Shin Tae-yong pun makin memendam rasa kesal kepadanya saat Indra Sjafri ditunjuk menjadi Direktur Teknis Timnas Indonesia.

“PSSI seharusnya fokus terhadap sepak bola. Negara-negara yang telah mengembangkan sepak bolanya lebih dikenal orang, ketimbang pejabat federasinya,” ujar Shin Tae-yong dikutip dari News Join.

Selain itu, Shin Tae-yong juga memberi kritik kepada PSSI yang sering berganti kepengurusan.

Termasuk mundurnya Ratu Tisha dari Sekretaris Jenderal PSSI pada 13 April 2020, yang sebenarnya dinilai pelatih berusia 51 tahun itu memiliki kemampuan manajerial yang bagus.

Curahan-curahan hati itu ditanggapi Indra Sjafri sebagai alasan karena Shin Tae-yong tidak yakin bisa memenuhi target besar yang dibebankan PSSI.

Ditambah lagi Shin Tae-yong enggan datang ke Indonesia dan mengusulkan pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 untuk persiapan Piala Asia U-19 di Usbekistan pada Oktober 2020.

Kondisi ini membuat Ketua Satuan Tugas Timnas Indonesia yakni Syarif Bastaman memberikan kode agar PSSI memecat Shin Tae-yong.

Hal ini lah yang menjadi kesempatan Indra Sjafri menangani nahkoda kepelatihan skuad Merah Putih ke depan.

Perbandingan Kiprah Shin Tae-yong dan Indra Sjafri

Sosok Shin Tae-yong merupakan mantan Pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 yang hanya berkutata di fase grup saja.

Dia pun mengawali karir di kepelatihan level timnas juga di skuad Negeri Gingseng pada 2014 sebagai caretaker pelatih timnas, lalu menjadi asisten pelatih di tahun yang sama.

Adapun di 2015 dia melatih Timnas Korea Selatan U-23 yang berkiprah di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Kiprahnya dengan skuad muda Korea Selatan mampu necapai babak 16 besar, setelah kalah dari Honduras.

Lalu di 2016, Shin Tae-yong melatih Timnas Korea Selatan U-20 di ajjang Piala Dunia U-20 2017 yang dilaksanakan di negeri mereka sendiri.

Lagi-lagi di ajang akbar bagi pesepak bola remaja itu, skuad asuhannya mentok di babak 16 besar setelah kalah dari Portugal.

Prestasi yang didapat Shin Tae-yong bersama Timnas Korea Selatan yakni menjuarai EAFF E-1 Football Championship 2017.

Di ajang itu Skuad Negeri Gingsen memang sudah menjadi langganan juara yakni sebanyak lima kali.

Sementara itu, Indra Sjafri mengawali karir di skuad muda Timnas Indonesia sejak 2011.

Pemilik lisensi AFC Pro itu berhasil mengantarkan Timnas Indonesia U-19 juara Piala AFF U-19 pada 2013.

Dengan tim level yang sama, pria yang khas dengan kumis tebalnya ini meraih peringkat ketiha Piala AFF U-19 pada 2017 dan 2018.

Lalu di Piala AFF 2019 lalu, Garuda Muda di bawah asuhannya berhasil meraih gelar juara Piala AFF U-22 2019.

Di tahun yang sama Indra Sjafri juga membawa Garuda Muda meraih medali perak SEA Games Manila 2019. Lalu meraih peringkat ketiga Merlion Cup 2019.

Meskipun kiprah prestasi Indra Sjafri hanya di lingkup ASEAN, tapi sang pelatih sudah mengenal karakter pemain muda Indonesia.

Sebab, dia sudah menangani sebagian besar dari mereka di level timnas kelompok umur selama bertahun-tahun.

Sementara Shin Tae-yong, baru setengah tahun melatih sudah menebar kontroversi dibanding prestasi. Jadi pantaskan Indra Sjafri menggantikan Shin Tae-yong?