Menpora Zainudin Amali. (Sumber: Indosport)

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyayangkan atas dominannya pemain asing di Liga 1 Indonesia, hal ini membuat skuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia terancam bakal kesulitan mencari penyerang kelas atas untuk skuat Garuda.

Hal diutarakan Zainudin Amali usai menyaksikan penandatangan kerjasama fasilitas Pelatnas Olimpiade 2020 dan Pelatnas Pembinaan Jangka Panjang di Jakarta, Selasa (11/02/20).

“Saya melihat berdasarkan pengamatan saya, harus sampaikan sangat susah kita mencari pemain depan. Karena rata-rata klub lebih memercayakan pemain depan ke pemain asing,” katanya seperti dilansir Antara.

Menurut Menpora, klub Liga 1 banyak yang mengejar target gelar dan prestasi namun menafikan soal pembinaan pemain muda, terutama pada sektor penyerang yang sangat minim pembinaan pemain muda.

“Ke depan harus kita atur, pemain kita harus jadi pemain inti baik Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Di luar itu (pemain asing} untuk transfer pengetahuan mereka supaya profesionalisme anak-anak kita terpacu,” jelasnya lagi.

Menurut dia, pola pembinaan harus diatur dalam kompetisi yang terstruktur rapi dan tentunya tetap menjadi tontonan menghibur bagi masyarakat agar industri sepak bola bisa berkembang.

“Tapi kompetisi bukan melulu bisnis tapi ada motivasi lain bagaimana kita menghasilkan timnas yang baik dari hasil bergulirnya kompetisi itu,” kata dia.

Hal ini terbukti dengan deretan top skor yang dikuasai oleh pemain asing. Musim lalu saja top skor Liga 1 adalah penyerang  Persija asal Kroasia, Marko Simic, dengan catatan gol 28 gol.

Bahkan untuk tempat kedua diisi oleh penyerang naturalisasi Beto Goncalves  dengan 18 gol yang notabenenya bukan binaan asli pemain lokal.

Juga dengan tempat ketiga yang diisi oleh penyerang Brasil milik Persela Lamongan, Alex Goncalves dengan total 17 gol.

Musim sebelumnya pada 2018 bahkan posisi penyerang Serbia milik PS TIRA, Aleksandar Rakic yang menjadi pencetak gol terbanyak yaitu 21 gol.