Stefano Cugurra Teco kala melatih Bali United. (sumber: baliutd.com)

Stefano Cugurra Teco, selaku pelatih Bali United, mengutarakan keberatannya jika kompetisi Liga 1 2020 dilanjutkan dan diubah menjadi format home tournament, karena itu akan memberatkan para pemain dan pelatih.

Pandemi virus corona telah menyebabkan pagelaran sepak bola Indonesia ditangguhkan sedari pertengahan bulan Maret lalu.

Namun PSSI, selaku otoritas tertinggi, berencana untuk melanjutkan kompetisi lagi pada kisaran bulan September atau Oktober mendatang, meski harus mengubah format menjadi home tournament.

Home tournament adalah turnamen yang terselenggara secara terpusat, di suatu daerah untuk mencegah perjalanan jauh dan untuk menekan angka penyebaran virus corona.

Satu hal yang memberatkan bagi Teco adalah jika kompetisi dilaksanakan dengan format tersebut.

Maka para pemain dan pelatih harus terpisah jauh dengan keluarganya dalam waktu yang panjang hingga berbulan-bulan.

“Waktu bikin home tournament, kita ada di satu kota, juga ada di satu hotel,” kata Teco ketika berbicara dalam siaran langsung di Instagram bersama Bali United pada hari Kamis (11/6/20) lalu.

“Jika tidak lama, maka tidak masalah, namun jika sampai dua hingga tiga bulan, saya pikir itu tidak mudah bagi pemain dan pelatih. Tak bisa bertemu keluarga dalam dua atau tiga bulan itu adalah hal yang sulit.”

Kendati begitu, Teco setuju bahwa protokol kesehatan adalah yang terpenting untuk dilaksanakan demi menjaga kondisi para pemain dan pelatih.

Pada saat ini, liga-liga sepak bola di seluruh dunia sudah terselenggara lagi dengan protokol kesehatan yang menjamin kondisi mereka, dan Indonesia sedang dalam tahap untuk merancangnya.

Untuk saat ini, PSSI beserta pihak penyelenggara, PT LIB, masih belum menentukan keputusan akhir soal nasib Liga 1 dan Liga 2 2020.

Yang kabarnya akan ditentukan pada rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI dalam waktu dekat.