Pelatih Barcelona, Quique Setien.

Pelatih Barcelona, Quique Setien, tidak setuju dengan format baru UEFA di laga sisa Liga Champions, karena sangat merugikan semua klub.

Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) baru saja mengumumkan bahwa Liga Champions bakal digelar kembali pada 7 Agustus mendatang.

Selain itu UEFA juga akan menerapkan format baru di sisa kompetisi. Format tersebut adalah menghapuskan sistem dua putaran dalam laga perempatfinal hingga final.

Kemudian babak perempatfinal hingga final Liga Champions, bakal di gelar di satu negara saja, yaitu Portugal. Dan akan digelar selama 11 hari, mulai 12 Agustus hingga 23 Agustus.

Tapi selain itu, ada kabar bahwa pertandingan babak 16 besar yang belum dimainkan juga akan menerapkan hal yang sama, yaitu memainkan pertandingan di tempat yang netral.

Menanggapi keputusan UEFA tersebut, pelatih Barcelona, yakni Quique Setien lebih memilih memainkan pertandingan dengan format normal, dan tidak setuju dengan format baru UEFA.

“Saya pikir hal ini tidak bagus untuk tim, tidak hanya Barcelona saja tapi semua tim,” ungkap Setien dikutip dari media ternama dari Spanyol, Marca.

Selain itu, mantan pelatih Real Betis ini juga tidak setuju jika pertandingan perempatfinal hingga final hanya digelar satu putaran.

“Dengan satu kali laga kita tidak dapat membenahi kesalahan, tapi jika ada dua putaran kita bisa memperbaikinya,” jelasnya.

Tapi bagaimana pun juga pertandingan dengan format baru tersebut sudah merupakan keputusan dari Federasi Sepak Bola Eropa, UEFA dan harus diterapkan.

“Tapi mau bagaimana lagi? Keputusan ini sudah dibuat oleh UEFA, jadi kami harus mengikutinya, dan harus beradaptasi,” katanya.

Terkait pertandingan melawan Napoli, Quique Setien juga mengatakan bahwa mereka lebih memilih bertanding di kandang, karena di leg pertama Napoli juga bermain di kandang.