Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts (sumber: persib.co.id)

Pandemi virus corona atau COVID-19 membuat hampir seluruh liga sepak bola di dunia ditangguhkan bahkan ada yang sampai dihentikan.

Namun beberapa liga di benua Eropa telah dan akan memulai kembali dengan beragam protokol kesehatan yang mesti diterapkan.

Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengapresiasi beberapa liga di benua Eropa yang sudah dan akan kembali bergulir.

Pelatih asal Belanda ini pu  berharap Indonesia bisa mengikuti jejak serupa demi kembalinya geliat sepakbola di Tanah Air.

Menurut mantan pelatih PSM Makassar ini, ada banyak aspek yang akan kembali hidup jika kompetisi Liga 1 2020 bergulir lagi.

Menurutnya, meski suasana tak akan seperti sebelum pandemi, tetap ada sisi positif dari jalannya suatu kompetisi.

“Jika kita melihat di Eropa sana, semua senang karena kompetisi berlanjut lagi. Mulai dari pemain hingga beberapa bidang yang bisa mendapatkan sesuatu dari sepak bola,” ujar Robert dikutip dari laman Persib, Kamis (11/06/20).

Namun demikian, kata Robert, dilanjutkannya kembali kompetisi liga di Indonesia pun harus diikuti dengan langkah pencegahan seperti yang dilakukan di kompetisi Benua Biru.

Salah satunya adalah pertandingan harus dilangsungkan tanpa penonton.

“Tentunya ktaikuti anjuran pemerintah agar social dan physical distancing demi menyetop penyebaran virus.”

“Di sana bisa menyaksikan pertandingan melalui televisi atau streaming. Tidak ada masalah, semua tetap senang,” tuturnya.

Robert melanjutkan, di klubnya, protokol kesehatan tidak hanya berlaku saat tim menjalani latihan bersama atau melakoni pertandingan, tapi juga dalam keseharian pemain.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan tak lain tak bukan sebagai usaha pencegahan penyebaran COVID-19.

“Kami juga akan memastikan apa yang harus dilakukan oleh pemain ketika di luar lapangan atau stadion,” kata pelatih asal Belanda ini.

“Karena saat berada di ruang publik memungkinkan satu atau dua orang akan dekati mereka,” tambahnya.

Lebih lanjut Robert menjgatakan, menjaga jarak fisik antar pemain dan masyarakat sekitar sebenarnya sulit dilakukan.

Akan tetapi menurutnya, dengan mempertimbangkan situasi saat ini, penting untuk semua pihak disiplin mematuhinya.

“Ini sangat penting. Pemain bisa secara sopan menolak untuk berdekatan. Karena menjaga jarak masuk ke dalam aturan, termasuk untuk membawa masker dan hand sanitizer.”

“Ini semua demi menjaga semuanya dari terpapar gelombang kedua,” pungkasnya.