Logo PSS Sleman. (FOTO: Indosport)

Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic menyebut bahwa kondisi para pemain tak akan bisa 100 persen saat kembali bermain di Liga 1 nanti. Dejan menyebut, hal itu juga terjadi di Bundesliga Jerman.

Menurut mantan pelatih Borneo FC ini, tak berlatih bersama selama tiga bulan lebih bakal berpengaruh pada kondisi kebugaran pemain manapun. Dejan pun berani menyebut kebugaran dan fisik pemain bisa menurun dengan angka yang signifikan.

“Kondisi pemain akan turun hampir 30 persen. Saya juga melihat result Liga Jerman penurunan kondisi kebugaran sampai angka segitu,” kata Dejan Antonic kepada dikutip dari Indosport, Rabu (17/06/20).

Meski begitu, ia ingin para pemain asuhannya mampu bugar seperti semula meski memang sulit mencapai kebugaran 100 persen. Pelatih berusia 51 tahun itu mengaku akan menyiapkan beberapa program demi mendongkrak kebugaran pemain.

Namun, kata dia, rencana itu baru akan dilakukan jika kompetisi Liga 1 2020 benar-benar akan dilanjutkan. Pasalnya menurut Dejan, mengembalikan kondisi fisik memang butuh proses.

Terkait lanjutan Liga 1 musim ini yang direncanakan untuk dipusatkan di Pulau Jawa, Dejan punya penilaian tersendiri. Menurutnya, ia bersama tim asuhannya siap bermain di manapun.

“Bermain di Jawa, Papua, atau Sulawesi bagi saya tidak ada masalah. Terpenting bagaimana semua nanti kondisinya aman. Kita melihat saja kondisi yang paling aman di mana, sehingga pemain bisa bermain dengan normal,” tegas Dejan.

PSSI membuat wacana kompetisi kembali bergulir pada September 2020 dengan beberapa perubahan lantaran masih berlangsungnya pandemi COVID-19. Salah satu perubahan itu adalah kompetisi rencananya akan dipusatkan di Pulau Jawa.

Dejan berharap, jika Liga 1 bisa dimulai September, ia akan memanggil kembali skuat PSS pada Juli agar bisa kembali latihan. Hal itu demi membuat para pemain kembali ke kondisi fisik seperti sebelum kompetisi ditangguhkan.