Taufik Hidayat.

Taufik Hidayat kini dikenal sebagai legenda bulutangkis Indonesia, namun ternyata jalan kariernya bisa berbeda jika saja dia memilih meninggalkan tanah air demi negara lain.

Pada tahun 2003 lalu, Taufik Hidayat sempat mengalami perselisihan dengan pihak PBSI yang berujung pada konflik dan pilihan baginya berganti kewarnegaraan kepada Singapura.

Itu diawali oleh keputusan sepihak PBSI yang tak ingin memakai jasa Mulyo Handoyo, sosok pelatih yang sudah membimbing Taufik Hidayat sejak masih berusia 16 tahun.

Namun sebelum masalah ini menguak, Taufik pun sudah mengalami banyak perselisihan dengan pihak Pelatnas PBSI, sehingga momen ini menjadi kesempatan baginya untuk melampiaskan segalanya.

Pada tahun 2002, Mulyo Handoyo dikontrak oleh Singapura dan Taufik pun sempat memiliki opsi untuk mengikuti jejaknya hingga berpindah kewarganegaraan dari WNI menjadi warga negara Singapura.

“Dulu saya sempat pindah ke Singapura pada tahun 2003, karena ada sedikit konflik [dengan PBSI] dan pada akhirnya, saya memutuskan untuk pindah ke sana selama empat bulan,” aku Taufik ketika bicara sebagai narasumber di Institut Teknologi Bandung yang dirilis di YouTube.

“Di sana, saya hampir pindah warga negara, tapi itu suatu keterpaksaan, bukan murni karena saya cinta negara itu, tapi semua karena ada masalah [dengan PBSI].”

Pada akhirnya, Taufik pun menetap di Indonesia karena di sinilah tanah airnya, tempat dirinya dan keluarga bermukim.

“Tetapi saya pikir lagi soal keluarga, teman, dan semua sahabat saya. Ya, seenak-enaknya tinggal di negeri orang, lebih enak tinggal di negeri sendiri, Indonesia,” pungkas Taufik.

Selama tiga bulan di Singapura, Taufik sempat berlatih lagi bersama Mulyo Handoyo, namun kembali lagi ke Indonesia ketika PBSI berganti kepemimpinan kepada Chairul Tanjung.