Legenda NBA, Kobe Bryant. (FOTO: Al Jazeera)

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat, akhirnya merilis penyebab utama kecelakaan helikopter yang menewaskan Kobe Bryan.

Dalam rilis investigasi yang keluar pada Rabu (17/06/20), penyebab utama kecelakaan tersebut adalah lantaran sang pilot, Ara Zobayan, kehilangan arah kala helicopter masuk di area berkabut tebal.

Kala itu, kecelakaan juga membuat putri Kobe Bryant, Gianna dan delapan orang lainnya meregang nyawa pada 26 Januari 2020 lalu.

Dilansir dari Mirror, Ara Zobayan sempat memberikan laporan kepada pengawas lalu lintas udara bahwa helikopternya menukik.

Padahal, saat itu, helikopter yang ditumpangi Kobe tengah terjun ke bawah hingga akhirnya menubruk lereng bukit.

Dalam rilisnya, NTBS kemudian memberikan laporan bahwa saat itu, pilot Ara Zobayan bingung dengan gerakan dan percepatan helicopter.

Menurutnya, sang pilot tersebut tak mampu membedakan antara langit dan pemandangan di sekeliling helicopter yang tengah mengudara.

Peristiwa ini kerap disebut dengan disorientasi spasial.

“Tanpa ada pemandangan di luar helikopter, sudut, sudut tepi yang membuat pilot kebingungan,” ujar NTBS dalam rilis laporan kecelakaan tersebut.

Sebelum rilis soal penyebab kecelakaan ini keluar, pada Mei 2020, Kepolisan Los Angeles menjelaskan hasil otopsi Kobe Bryant beserta para penumpang lainnya.

Pada pengumumannya, Kobe Bryant meninggal karena menderita luka berat akibat benda tumpul, serupa dengan sang putri, Gianna dan para penumpang yang lain.

Peristiwa kecelakaan ini sendiri terjadi ketika Kobe Bryant akan berangkat ke turnamen yang turut diikuti oleh Gianna.

Turnamen tersebut dilangsungkan di Mamba Sports Academy di Thousand Oaks pada 26 Januari pagi waktu Amerika Serikat.