Bulutangkis mungkin bukan olahraga yang populer di Australia, namun terdapat peran mantan pelatnas PBSI yang berusaha mengembangkan tepok bulu di Negara Kanguru ini.

Lalu, siapa sebenarnya sosok mantan pelatnas PBSI yang kini membantu perkembangan bulutangkis di Australia itu? Dia adalah Lenny Permana, perempuan asli Indonesia kelahiran 1 Agustus 1975.

Melansir dari situs berita olahraga Indosport, berikut ini adalah perjalanan singkat Lenny Permana hingga memiliki peran besar di dunia bulutangkis Australia.

Satu angkatan dengan Yuni Kartika, Lenny Permana awalnya memiliki karier yang gemilang pada usia muda dengan masuk pelatnas PBSI dan diproyeksikan sebagai pebultangkis masa depan.

Namun, ketika usianya sudah menginjak 24 tahun, Lenny Permana memutuskan mundur dari bulutangkis untuk menempuh pendidikan di Australia.

Mengambil pendidikan S1 jurusan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) di Universitas RMIT, Lenny Permana sama sekali sudah tidak memikirkan kariernya di bulutangkis pada saat itu.

Namun, di tengah proses pendidikan yang sedang dijalaninya, Lenny Permana tetap menyisihkan waktunya untuk bermain bulutangkis yang saat itu menjadi hobinya.

Hingga suatu ketika, terdapat seorang teman yang melihat kehebatan Lenny Permana dalam bermain bulutangkis dan memintanya untuk ikut serta dalam perlombaan bulutangkis di Australia.

Berkat pengalaman sebagai mantan pelatnas PBSI, Lenny Permana perlahan demi perlahan menata kariernya kembali di Australia, hingga ia diminta mewakili Australia di kancah internasional.

Setelah lulus dari Universitas RMIT, Lenny Permana lalu memiliki kewarganegaraan Australia dan membela negara itu di Olimpiade Athena 2004, keputusan yang mengubah kariernya hingga saat ini.

“Karena tidak ada yang bisa mengalahkan saya, saya disuruh coba main untuk Australia. Pertama kalau tidak salah tahun 2000 atau 2001 dan selanjutnya lomba di Pekan Olahraga negara persemakmuran di Manchester tahun 2002,” cerita Lenny Permana kepada abc.net.au.

Setelah pensiun sebagai pemain, kini Lenny Permana yang menetap di Australia memiliki peran penting sebagai pelatih untuk mengasah pebulutangkis muda asal Australia.