Gelandang PSM Makassar, Rizky Pellu. (Sumber: Indosport)

Gelandang PSM Makassar, Rizky Pellu menceritakan hal yang membuatnya bisa berkembang menjadi pemain profesional saat ini.

Ia menyebut program Sociedad Anonima Deportivo (SAD) Indonesia mempunyai peran besar dalam karier sepak bolanya.

Sekadar informasi, SAD Indonesia adalah program Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), yang mengumpulkan pesepakbola di bawah usia 17 tahun.

Untuk menimba ilmu dan mengikuti kompetisi di Uruguay. Rizky Pellu bergabung ke SAD Indonesia pada tahun 2009.

Ia menjadi salah satu pemain yang menggantikan tujuh pemain yang tereleminasi setelah mengikuti Piala AFC U-16 2008 yang dihelat di Uzbekistan.

“Ada program dari PSSI yang mengirim pemain ke Uruguay dan saya termasuk salah satu di dalamnya,” ungkap Pellu dikutip dari Indosport, Senin (08/06/2020).

Rekan setim Pellu bersama skuat SAD Indonesia saat itu ialah Alfin Tuasalamony, Manahati Lestusen, Novri Setiawan, Yandi Sofyan, dan Syamsir Alam selaku kapten.

Pesepak bola asal Tulehu ini pun mengaku sangat banyak pelajaran berharga selama membela SAD Indonesia.

Ia mengaku mendapatkan keuntungan selama tiga tahun mengikuti kompetisi dan melawan klub-klub asal Uruguay.

“Kompetisi itu sangat bagus untuk kami karena bisa belajar dari orang-orang yang ada di sana dan saat pulang sudah punya semangat bagus untuk berprestasi,” tutur Pellu.

Setelah memperkuat SAD, ia kembali ke Indonesia dan kemudian memperkuat tiga klub ternama yakni Pelita Bandung Raya (2013-2015), Mitra Kukar (2015-2016), dan PSM Makassar (2016-sekarang).

Saat di PBR, ia berhasil membawa klub itu menjadi juara ketiga Indonesia Super League (ISL) 2014.

Juara keempat Piala Presiden 2015, dan menjuarai Piala Jenderal Sudirman 2015/16 bersama Mitra Kukar.

Sementara bersama PSM Makassar, Rizky Pellu berhasil menyabet juara tiga Liga 1 2017, runner up Liga 1 2018, dan menjuarai Piala Indonesia 2018/19.