Project Restart Liga Inggris: Bagaimana Sepak Bola Bergulir di Tengah Pandemi
Premier League, akan segera kembali bergulir mulai hari Rabu (17/6) malam ini waktu setempat. (Foto: Goal.com)

Edisi88 – Kasta tertinggi sepak bola Inggris, Premier League, akan segera kembali bergulir mulai hari Rabu (17/6) malam ini waktu setempat, dengan laga antara Aston Villa kontra Sheffield United dan Manchester City melawan Arsenal menjadi penandanya.

Sepak bola sebenarnya sudah kembali bergulir sejak bulan Mei, dengan Bundesliga Jerman menjadi kompetisi yang pertama bergulir, kemudian disusul oleh Primeira Liga Portugal, La Liga Spanyol, Coppa Italia, dan kini Premier League.

Biasanya, ketika para pemain bintang di Jerman, Italia, dan Spanyol masih bersiap-siap menyongsong musim dengan laga-laga tur ke Asia atau Amerika selama pramusim, sepak bola Inggris sudah menggulirkan musim baru. Namun tidak pada musim ini.

Pandemi virus corona telah meliburkan sepak bola Inggris selama tiga bulan, seperti kebanyakan kancah sepak bola di seluruh dunia, dan ketika bergulir lagi, itu memerlukan beberapa penyesuaian yang drastis, sebagaimana yang telah terlihat di Spanyol, Italia, dan Jerman.

Jadi, hal-hal apa saja yang akan mengubah sepak bola Inggris setelah melalui tiga bulan penangguhan dan bergulir kembali di saat pandemi virus corona masih mengancam?

Peningatan Potensi Cedera

Ketika Bundesliga Jerman kembali bergulir pada tanggal 16 Mei lalu, ada 14 kasus cedera yang mendera di dua kasta tertinggi sepak bola Jerman, namun CEO Bundesliga, Christian Siefert, mengatakan kepada surat kabar asal Spanyol Marca bahwa dia tidak cemas.

“Kami tidak bisa melakukan persiapan pramusim selama sebulan. Kami harus melaksanakan latihan tim selama sepekan sebelum bertanding, namun pertandingan dimainkan dengan baik. Jumlah pemain cedera sejatinya tidak terlalu berbeda dengan masa [sebelum corona], tidak ada yang tidak biasa,” kata Seifert.

Namun dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh British Journal of Sports Medicine pada tahun 2002 silam tentang audit pemain cedera di kancah profesional sepak bola pada pramusim, tidak berkata demikian.

Mereka menemukan bahwa 17 persen dari seluruh kasus cedera yang terjadi selama pramusim dan untuk 70 persen kasus cedera yang dilaporkan, disebabkan oleh masalah kekurangan menit bermain.

Untuk menanggulangi masalah ini, Premier League sendiri sudah mengadopsi perubahan peraturan sementara yang membolehkan sebuah tim melakukan lima kali pergantian pemain karena jadwal pertandingan yang juga padat hingga akhir musim.

Tidak ada Keuntungan Tuan Rumah

Banyak yang mengutuk kebijakan pertandingan tanpa penonton, namun ini adalah hal yang harus dilakukan di tengah ancaman pandemi virus corona. Jonathan Wilson menuliskan di The Guardian mengenai seberapa berartinya keberadaan para fans untuk tim yang berlaga di kandang, sebagaimana yang telah diteliti oleh University of Reading.

Statistik mencatat bahwa dari seluruh pertandingan yang digelar tanpa penonton, potensi kemenangan tim tuan rumah pada pertandingan tanpa penonton seperti ini menurun sekitar 10 persen.

Wilson mencatat bahwa di Bundesliga Jerman bahkan lebih drastis, karena potensi kemenangan tuan rumah menurun dari 43 persen menjadi 22 persen sejak kompetisi kembali bergulir setelah penangguhan. Sedangkan potensi tim tamu menang meningkat dari 35 persen menjadi 48 persen.

Pergantian Pemain dan Gol Telat

Seperti yang telah dijelaskan di atas, liga-liga sepak bola mengadopsi aturan lima kali pergantian pemain demi menanggulangi potensi cedera pemain karena padatnya jadwal, namun itu sangat memengaruhi permainan di atas lapangan. Serta juga penentuan hasil akhir laga yang biasa ditentukan oleh gol-gol telat.

Erling Braut Haaland turun dari bangku cadangan untuk mencetak gol penentu kemenangan untuk Borussia Dortmund atas Fortuna Dusseldorf pada dua pekan lalu, dan itu bukanlah satu-satunya gol telat yang terjadi di Bundesliga.

Sedangkan di Spanyol, tiga dari empat gol yang tercipta pada pertandingan Real Betis kontra Granada yang berakhir imbang 2-2, tercipta pada lima menit terakhir.

Kepemimpinan Wasit yang Lebih Adil

Hal ini banyak dipengaruhi oleh ketiadaan para penonton di dalam stadion. Tidak bisa dipungkiri, desakan dari para penonton pendukung tuan rumah sering kali memengaruhi keputusan wasit di atas lapangan.

Jurnalis asal Spanyol, Guillem Balague, menyadari hal tersebut dalam sebuah cuitannya di Twitter seiring dengan kembali bergulirnya La Liga, mengenai bagaimana sikap dari para pemain terhadap sang pengadil lapangan.

“Konflik berkurang, tidak ada lagi yang banyak memprotes wasit. Keputusan mereka lebih baik diterima. Para pemain memerlukan para fans untuk memberikan tekanan kepada wasit, namun kini menjadi lebih pemalu. Sebagai konsekuensinya, keputusan wasit bisa jadi lebih adil,” tulisnya.