Gelandang serang Ajax Amsterdam, Hakim Ziyech. (sumber: Getty)

Bintang asal Maroko, Hakim Ziyech akan menjadi salah satu nama yang akan disorot penampilannya musim depan. Pemain Ajax Amsterdam itu sudah resmi menjadi pemain Chelsea setelah transfernya tuntas pada Januari 2020 lalu.

Ia hanya perlu menunggu musim baru untuk benar-benar pindah ke The Blues. Tentunya, bermain di klub sekelas Chelsea merupakan langkah maju bagi Ziyech.

Pemain berusia 27 tahun itu tentunya akan mendapat tekanan yang lebih besar ketimbang saat di Ajax. Namun secara permainan, Ziyech adalah salah satu gelandang terbaik di Eropa saat ini.

Ziyech pun dianggap akan mampu memikul tekanan tersebut dan tetap menunjukkan permainan terbaiknya di Chelsea. Namun ada sebuah anggapan bahwa bermain di Liga Inggris, tidak cukup hanya didukung sebuah bakat.

Mantan rekan Ziyech di Ajax, Anwar El Ghazi, sedikit memberi gambaran tentang bagaimana kerasnya bermain di Liga Inggris. Pasalnya, El Ghazi sudah mengenal kompetisi Inggris sejak dia bergabung dengan Aston Villa tahun 2018 lalu.

El Ghazi sudah paham betul perbedaan level permainan di Liga Inggris dibanding liga lainnya. Menurutnya, skill olah bola saja tidak cukup, karena yang paling dibutuhkan adalah ketahanan fisik.

Dikutip dari Goal, Selasa (09/06/2020), El Ghazi berharap Ziyech mampu mengatasi perbedaan besar tersebut. Ziyech harus bisa menjaga ketahanan fisiknya kala bertemu lawan-lawan tangguh di Liga Inggris.

“Di Inggris pertandingannya terlalu banyak. Untuk itu Anda harus menjaga otot-otot Anda agar tetap kuat. Saya sendiri berpikir kalau saya adalah pemain bertubuh besar dan kuat. Namun kenyataan di lapangan, banyak tembok yang lebih kokoh di Liga Inggris,” ungkap El Ghazi.

El Ghazi memahami bahwa Ziyech bukanlah pemain yang mengandalkan kekuatan fisik. Ziyech lebih memilih bermain secara cerdas dengan mengandalkan kegesitannya.

“Namun bagi saya melatih fisik bukan berarti ingin menjadi pemain dengan tubuh besar. Tapi yang terpenting menjaga otot-otot agar lebih memiliki daya tahan di tengah pertandingan,” tutur El Ghazi.