Ryan Giggs. (FOTO: Mirror)

Eks pemain Manchester United, Ryan Giggs, mengungkap bahwa dirinya sempat bingung dengan keputusan klub yang menunjuknya untuk menggantikan David Moyes sebagai pelatih.

Pelatih asal Skotlandia ini mengambil alih kursi kepelatihan dari tangan Sir Alex Ferguson pada 2013, usai pelatih legendaris ini memutuskan pensiun.

Namun demikian, kebersamaan Moyes dan Manchester United hanya seumur jagung, menyusul performa buruk klub pada musim 2013-2014.

Eks Everton ini hanya mampu membawa klub berada di peringkat ketujuh Liga Inggris, sebelum dipecat dan digantikan oleh Ryan Giggs.

Saat kemudian diminta melatih, legenda sepak bola asal Wales ini mengaku bingung, lantaran tak tahu apa yang mesti dilakukan.

“Saya mencoba memberi jarak dengan pemain, tetapi saya saat itu berusia 39 bahkan 40 tahun, jadi apakah saya perlu menunjukkan diri di depan pemain muda? Padahal saat itu kami rekan satu tim,” ujar Giggs.

“Saya sudah menyelesaikan lisensi pro saya di Turki, ketika Moyes kemudian meminta saya ikut melatih. Saya pikir ini akan jadi musim terakhir saya dan mesti berkonsentrasi dengan posisi baru ini. Kemudian saya menyadari bahwa inilah langkah saya selanjutnya,” beber Giggs.

“Ternyata saya masih berpikir sebagai pemain dan saya sungguh tak percaya bisa ikut melatih dan tak mengambil sesi karena masih bermain,” tutup Giggs.

Lebih lanjut, Pelatih Timnas Wales ini berujar bahwa ia sebenarnya tak merasa kesulitan, dengan membiasakan diri datang lebih awal ke latihan.

Kebiasaan ini menurut Giggs sudah dilakukannya sejak masih bermain, karena waktu satu setengah jam lebih awal bisa digunakannya untuk menyiapkan diri sebelum berlatih bersama rekan.

“Hubungan saya dan pemain tentu tak berubah, mereka hanya masuk ke ruang pertamuan dan bertanya, apa yang akan kami lakukan hari ini?,” ungkapnya.

Namun demikian, Giggs pun hanya sebentar menangani Manchester United sebagai pelatih utama, lantaran klub kemudian menunjuk salah satu pelatih kawakan Belanda, Louis van Gaal untuk menangani tim pasca-Piala Dunia 2014.