Ilustrasi bulutangkis

Pelatih sektor ganda campuran Tim Nasional Bulutangkis China, Yan Ming, justru lebih khawatir dengan performa pasangan dari Eropa.

Menurutnya, pasangan dari Benua Biru memiliki permainan yang bisa saja merusak dominasi Negeri Tirai Bambu dalam sektor yang menggabungkan pemain putra dan putri ini.

Padahal pasangan China, yang mengandalkan duet Zheng Siwei dan Huang Yaqiong di peringkat satu dunia untuk sektor ini, kerap kali kalah dari wakil Asia.

Sebut saja dua wakil Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, hingga andalan Thailand Dechapol Puavanukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Meskipun demikian, dilansir dari Indosport pada Selasa (03/06/20), Yan Ming masih saja menyebut bahwa pasangan Eropa berbahaya.

Menurutnya, dua pasangan Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock dan Marcus Ellis/Lauren Smith, juga pasangan dari benua biru lainnya memiliki perkembangan yang sangat baik.

“Pemain Eropa lebih proaktif dari segi permainan, sangat merepotkan bagi kami untuk melewati mereka, jadi kami mesti menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari permainan mereka,” ungkap Yan Ming.

Meskipun dalam pernyataannya pelatih yang satu ini tak mengkhawatirkan pasangan Indonesia dan Asia,  Yan Ming tak mau mendiskreditkan para pemain tersebut.

Ia mengakui hampir semua pemain yang unggul dalam sektor ganda campuran punya cara dan telah memahami karakteristik pemain China.

“Kami sudah mengalami banyak kekalahan dari pasangan lain. Mereka semua juga akrab dengan permainan kami dan kami tentu mesti terus-menerus membenahi diri,” pungkas Yan Ming.

Dalam salah satu kejuaraan terakbar di sektor bulutangkis, All England 2020, China gagal mengamankan kembali gelar di sektor ganda campuran.

Namun, dominasi mereka masih terlihat di beberapa kompetisi lain, seperti Malaysia Masters dan Indonesia Masters.