Mauro Icardi.
Paris Saint Germain berniat untuk berhemat dalam pembelian pemain di bursa transfer musim panas 2020.
Setelah mempermanenkan striker Inter Milan, Mauro Icardi pada akhir Mei 2020. Hal ini akan dilakukan Les Parisiens untuk mengurangi dampak kerugian.
Akibat masa pandemi virus corona (Covid-19), yang membuat liga-liga di Eropa sempat vakum sejak pertengahan Maret 2020.
Dilansir dari Football Italia, PSG kemungkinan besar tidak akan melakukan transfer pemain dengan harga fantastis, sampai kondisi keuangan mereka stabil kembali setelah pandemi ini.
Sebab untuk membeli Mauro Icardi dari Inter Milan menurut pakar sepak bola Italia, Fabrizio Romano, PSG harus mengeluarkan uang sekitar 57 juta Euro atau senilai dengan Rp 927 miliar.
Padahal, harga untuk mengontrak empat tahun penyerang asal Argentina itu sudah diturunkan Nerazzuri sebagai diskon di masa pandemi.
Hal ini dikarenakan sebelumnya Mauro Icardi dipatok dengan harga 70 juta Euro atau setara dengan Rp 1,1 triliun.
Sehingga hal ini juga berdampak pada kemungkinan skuad asuhan Thomas Tuchel urung untuk mendatangkan gelandang Chelsea N’Golo Kante ataupun gelandang Lazio, Sergej Milinkovic-Savic.
Selain itu PSG juga kemungkinan sudah tidak lagi bersaing dengan Manchester United mendapatkan bek Napoli, Kalidou Koulibaly.
“Apa yang terjadi sudah memengaruhi seluruh planet, itu juga akan terasa di bursa transfer.”
“Keuangan klub-klub terdampak dan itu termasuk kami juga,” Direktur PSG, Leonardo Araujo.
Ada beberapa pihak, yang menaksir klub yang bermarkas di Stadion Parc des Princes ini mengalami kerugian sebesar 200 juta Euro saat ini. Leonardo Araujo tidak menampik hal itu.
“Orang-orang bilang kami rugi sekitar 200 juta euro? Ya, mungkin mendekati itu,” lanjut mantan pelatih AC Milan dan Inter Milan ini.
Leonardo Araujo juga meyakini di akhir musim ini tidak akan ada pembelian pemain dengan nilai transfer di kisaran 100 juta Euro. Sebab klub akan berpikir untuk mengeluarkan uang sebanyak itu.
“Tak ada yang bisa membelanjakan uang sebanyak itu termasuk kami. Kami mengalami kerugian yang sangat signifikan di PSG,” tandasnya.
Saat ini PSG juga sudah usai mengarungi Ligue 1 Prancis yang dihentikan total beberapa waktu lalau dan mereka dinobatkan menjadi juara.
Mereka tinggal fokus di lanjutan babak gugur Liga Champions karena sudah memastikan diri lolos ke perempatfinal.