Shin Tae-yong. (FOTO: Tribunnews)

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sudah tidak tahan bekerja untuk PSSI, karena beban yang diberikan terlalu berat.

PSSI saat ini sedang disibukan dengan persiapan Timnas Indonesia untuk menghadapi Piala Asia U-19 dan U-16 yang bakal di gelar bulan Oktober mendatang.

Salah satu persiapannya adalah menggelar pemusatan latihan. Tapi PSSI menginginkan pemusatan latihan digelar di Jakarta dalam waktu dekat ini.

Sehingga mereka meminta agar Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong segera ke Indonesia mempersiapkan semua hal untuk persiapan pemusatan latihan.

Menanggapi hal tersebut, Shin Tae-yong merasa keberatan, karena permintaan PSSI sangat tidak masuk akal.

“Di Indonesia setiap harinya ada penambahan 1000 kasus corona. Tapi Federasi Sepak Bola Indonesia malah meminta saya kembali ke Indonesia untuk menggelar latihan,” ungkap Shin Tae-yong dikutip dari News Join.

Bagi pelatih asal Korea Selatan ini, dengan jumlah peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia, sangat tidak mungkin bisa ke Indonesia untuk kembali melatih.

Pelatih 49 tahun ini menilai permintaan PSSI sudah di luar batas, sehingga membuatnya tidak tahan lagi dengan PSSI.

“Sikap saya ke PSSI sudah tidak seperti dulu lagi, saya sudah berbeda. Saya sudah tidak tahan lagi,” keluhnya.

Shin juga mengatakan, tanggungjawab yang diberikan PSSI kepadanya sangat berat bahkan tidak masuk akal. Salah satunya bisa membawa Indonesia berprestasi di Piala Dunia U-20 2021.

Shin Tae-yong juga berharap, dengan kondisi pandemi Covid-19 ini, lebih baik menggelar pemusatan latihan di Korea Selatan.

“Sekarang saya ingin menggelar latihan di Korea saja, dan sekarang sudah tidak mungkin lagi Indonesia menghadapi tim-tim kuat sebagai persiapan,” pungkasnya.