Shin Tae-yong. (FOTO: Ofisial PSSI)

Perseteruan antara PSSI dan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong direspons oleh sejumlah kalangan, termasuk klub Liga 2, PS Hizbul Wathan. Klub yang terkait dengan Muhammadiyah itu menganggap masalah PSSI yang diutarakan Shin Tae-yong kepada media Korea Selatan tidak bisa dianggap sepele.

Presiden Hizbul Wathan, Dhimam Abror Djuraid, menyatakan Shin Tae-yong tak mungkin sembarangan mengumbar masalah internal di sepak bola Indonesia ke publik internasional, jika tanpa pertimbangan yang matang.

“Bukan masalah sepele karena seorang pelatih profesional seperti Shin Tae-yong pasti punya pertimbangan matang sebelum memutuskan berbicara kepada media,” ujarnya seperti dilansir dari Kompas.com.

Dhimam meyakini Shin Tae-yong sepertinya sudah memendam lama persoalan yang ia rasakan hingga akhirnya, pelatih asal Korea Selatan itu memutuskan berbicara pada media.

Menurutnya, ada kekecewaan mendalam yang dialami Shin Tae-yong atas keputusan sepihak PSSI tanpa melalui koordinasi dengan Shin Tae-yong.

Dhimam juga mengkritisi soal pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PSSI yang menurutnya bukan solosi atas masalah ini, dan malah bikin runyam.

“Satgas Timnas oleh PSSI menambah runyam situasi. Sebagai pelatih profesional, Shin Tae-yong pantas gerah oleh keputusan ini. Sebagai pelatih profesional, Shin Tae-yong pasti tidak mau otoritasnya dicampuri oleh pihak lain yang tidak jelas kompetensinya,” jelasnya lagi.

Dirinya berharap Indonesia tetap mempertahankan Shin Tae-yong atas pengalaman yang telah ia dapat agar ditlakan ke sepak bola Indonesia untuk lebih baik lagi.

“Kita pernah punya pelatih berkelas seperti Luis Milla dan sekarang kita punya Shin Tae-yong yang punya prestasi cemerlang,” ucapnya.

Kehadiran Shin Tae-yong diharapkan dapat menjadi gebrakan baru sepak bola Indonesia sekaligus merevolusi mental para pelaku di dalamnya.

“Kita butuh Shin Tae-yong melakukan gebrakan baru untuk merevolusi mental pemain dan pengurus PSSI sebagaimana Shin Tae-yong menyaksikan Guus Hiddink melakukannya terhadap sepak bola Korea Selatan,” tutupnya.